Narutoholic

Narutoholic

KESOMBONGAN MUNCUL AKIBAT PERSEPSI, PADAHAL PERSEPSI KITA BERBEDA-BEDA

7/18/16

Akibat pengen nulis lagi.....

Masih ingat soal indera pencerna informasi yang pernah kita bahas bersama, bahwa peristiwa sebagai bahan dasar informasi bisa diterjemahkan masing-masing tubuh manusia dan menghasilkan respon yang berbeda pada setiap orang.

Itulah kekuatan persepsi (cara padang terhadap sesuatu berdasarkan nilai-nilai yang diajarkan kepadanya atau berdasarkan pengalaman hidup sebelumnya), jadi persepsi seseorang dengan orang lain juga berbeda terhadap suatu peristiwa.

Malah terkadang persepsi seseorang bisa menjadikan dirinya menjadi sombong atau biasa saja, contoh dalam kehidupan seseorang sebuah mobil adalah hal yang biasa, berdasarkan pengalaman sebelumnya bahwa ia sudah lama punya mobil atau generasi sebelum dia dalam keluarganya (ayah, kakek, atau buyutnya) sudah biasa punya mobil. Maka persepsinya tentang sebuah "mobil" menjadi biasa saja.

Lain halnya dengan seseorang yang baru saja memiliki mobil pertama kali, maka "ego" untuk menunjukkan diri (aktualisasi diri) menjadi lebih tinggi dan persepsinya menimbulkan pengertian bahwa apa yang ia raih patut untuk dibanggakan.

Dalam kehidupan yang lain, ada juga orang yang tidak menganggap harta kekayaan sebagai sesuatu yang penting, ada yang menganggap harta hanya sebagai alat pencapai tujuan, bisa hilang, datang, pergi, lalu hadir kembali, harta hanya digunakan sebagai salah satu alat untuk mencapai kebahagiaan...

Pada akhirnya setiap orang punya persepsi sendiri mengenai harta benda, maka sebenarnya tidaklah bijak apabila seseorang menyombongkan harta, jabatan atau kekayaan yang dimilikinya, karna persepsi seseorang terhadap suatu nilai juga berbeda, dan juga tidaklah sama tolak ukur setiap orang terhadap harta benda, dan jabatan.

Maka berhentilah menyombongkan diri, kesombongan hanya ada dalam persepsi.........berharga menurut anda belum tentu berharga menurut orang lain, bisa saja mereka menganggap hal itu hal yang biasa saja...

Prioritas bagi anda belum tentu Prioritas bagi orang lain, jadi bersikaplah biasa saja......


Kosong adalah Ada dan Ada adalah Kosong

7/4/16

Mendengar kata Kosong adalah Ada dan Ada adalah Kosong sebenarnya pada awalnya membuat saya agak bingung, bingung karna tidak mengetahui apa arti kalimat tersebut, bagaimana mungkin kosong itu ada dan ada itu kosong. Istilah ini sering didengungkan oleh sebuah agama.

Setelah beberapa kali membaca dan belajar fisika, barulah saya mengerti tentang artinya ini, meskipun pengertian saya disini tidaklah sebijak pengertian yang diberikan oleh para pemuka agama, namun saya memang sedikit mengerti tentang ada adalah kosong dan kosong adalah ada.

Bahwa semua yang kita sadari sebagai realita tidaklah semuanya benar, kita menyadari sesuatu materi hanyalah berdasarkan kemampuan kita saja, pada faktanya kita hanya melihat sesuatu dengan cara pandang dan cara ukur sesuai kemampuan kita sebagai manusia.

Bahwa diluar kemampuan kita terdapat alat ukur lain yang bisa memecahkan segala pemikiran kita sebelumnya tentang sebuah realitas. Ada adalah Kosong dan Kosong adalah Ada. 
Sebagai contoh kita melihat udara sebagai sesuatu yang kosong, namun jika kita menggunakan kaca pembesar dengan pembesaran ribuan kali, kita akan melihat benda-benda kecil yang tidak kasat mata, bisa saja itu bakteri, virus, molekul N, atau molekul O2, atau mikro organisme lainnya.

Nah mikro organisme, virus atau molekul sekalipun jika kita perbesar jutaan kali ternyata juga memiliki inti atom, inti sel, atau partikel neutron, proton serta muatan positif negatif dan masih ada ruang kosong lintasan neutron dan proton yang masih kosong yang memungkinkan ketidakstabilan sebuah materi yang memungkinkan terjadinya perikatan tarik-menarik dan bisa memicu kehidupan.

Saya sebelumnya terkagum-kagum terhadap sebuah agama yang bisa memberikan statemen ada adalah kosong dan kosong adalah ada tersebut, bagaimana mungkin agama yang berdiri ribuan tahun yang lalu bisa mengetahui hal tersebut.

Manusia hanya menafsirkan "realitas" berdasarkan kemampuannya mencerna informasi yang ada dihadapannya, dan bagaimana ia menggunakan standar "tolak ukurnya" untuk mencerna realitas, padahal sebenarnya manusia tidak benar-benar bisa memahami apa yang terjadi di alam semesta ini.

Bahwa realitas yang sebenarnya itu tidaklah terukur dan terpahami, semua yang kita terjemahkan melalui otak kita masih berupa misteri, roh, jiwa, kesadaran masih saja menjadi pertanyaan yang belum terjawab sampai saa ini.

Jangan Salahkan Aparatnya, Tapi Salahkanlah Masyarakatnya.

Dalam membaca beberapa postingan di media sosial terkait dengan kelakuan aparat, saya terkadang bingung, bingung karna beberapa komentator di media sosial merasa "paling benar" saat membully aparat yang melanggar aturan atau bertindak menyimpang dan tindakan itu merugikan masyarakat.

Jika melihat negara sebagai suatu keutuhan, maka negara tentu saja terdiri dari masyarakat dan wilayah, masyarakat yang menetap pada suatu wilayah membentuk pemerintahan mereka dan membangun sebuah sistem dan alat kelengkapannya agar roda pemerintahan dan tujuan mendirikan sebuah negara bisa tercapai.

Bertolak dari filosofi tersebut, sebenarnya tidaklah ada alasan untuk membuly sebuah aparat negara, apalagi yang membuly tersebut masyarakatnya sendiri. Apakah anda lupa jika aparat yang anda buly merupakan produk masyarakat sendiri. 

Aparat dibentuk oleh pemerintah dengan merekrut anak-anak masyarakat dan memasukkannya dalam sebuah sistem ke aparatan, dengan metode perekrutan yang dibentuk masyarakat melalui wakil-wakilnya di dewan perwakilan mereka di legislatif.

Jika kemudian masyarakat membuli aparat, perlu dipertimbangkan kembali, siapa aparat tersebut, pelajari silsilahnya, bisa jadi ia merupakan keluargamu, pamanmu atau tentanggamu, jika kemudian terjadi penyimpangan perilakunya, tanyakan kembali apakah ada yang salah dalam pembinaan karakter dilingkunganmu.

Aparat tidaklah dibentuk dari negara lain, atau planet lain lalu ditempatkan dilingkunganmu untuk mengamankan lingkunganmu. Aparat berasal dari keluargamu, lingkunganmu, teman-temanmu atau setidaknya satu negara denganmu, dengan sistem yang sama, falsafah yang sama atau tanah air yang sama. 
Jadi sebelum membuli, tanyakan pada diri sendiri apakah dirimu lebih baik dari mereka, tidak suka menyuap, tidak suka melanggar aturan dan memiliki integritas. Jika semua itu belum bisa kau capai, cobalah berbenah dan kurangilah membuli.

#Tidak ada aparat yang baik dalam masyarakat yang sakit, justru aparat dianggap sakit jika ia berlaku baik dalam masyarakat yang sakit.

Mengapa setiap orang berbeda menanggapi sebuah Informasi


Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Informasi, informasi itu sifatnya netral, tidak negatif maupun tidak positif, semuanya berada pada level standar.

Hanya saja setiap manusialah yang menanggapi informasi dengan cara yang beragam, manusia sebagai alat pengolah informasi, mengolah informasi dengan cara dan standar yang berbeda-beda. Maka hasil akhir informasi juga beragam.

Manusia sebagai mahluk yang memiliki perasaan, terkadang lebih menggunakan perasaan daripada mencerna informasi dengan baik. Informasi yang sama bisa diartikan berbeda setiap orang tergantung kepada Moralitas, Agama dan pengalaman pribadi dirinya sebelumnya.

Tak heran jika seseorang akan sangat membenci sesuatu, sebagian lagi biasa saja, dan sebagian lagi sangat memujanya.

Alur pencernaan sebuah Informasi :

Informasi + Indera (mata, telinga, lidah dll) + saraf indera + otak + Moralitas (biasanya bersumber dari agama) + Perasaan (suka atau tidak biasanya bersumber dari pengalaman) = hasil akhir Informasi + bertindak, (cuek, marah, suka atau senang).

Benar atau Salah ?

Dalam kehidupan sosial kita manusia sering kali terjadi perbedaan pendapat, perbedaan pendapat dan perbedaan cara memandang sebuah masalah.

Hal tersebut tidaklah menjadi masalah ketika kita semua bisa menahan diri untuk tidak berbuat kekerasan terhadap sesama, namun jika kecenderungan perbedaan tadi ditanggapi dengan ekstrim maka yang terjadi adalah tindakan-tindakan radikal yang merugikan kemanusiaan.

Jika kita menggunakan akal sehat kita dan merenungi proses kehidupan ini, maka kita tidak akan berbuat radikal, bahwasanya kita semua "diciptakan" oleh lingkungan kita . "Kita" mencapai kesadaran kita melalui pembelajaran-pembelajaran yang kita terima dari sekeliling kita. Orang-orang disekeliling kita menanamkan aturan dan norma-norma yang ada dilingkungan kita dimana kita dilahirkan. 

Berbagai macam media lain disekitar kita seperti buku, televisi, radio, majalah, koran, stiker, budaya dan lain sebagainya masuk ke dalam otak dan hati kita untuk dijadikan referensi informasi yang kita pegang dan kita terapkan sebagai pedoman hidup kita.

Layaknya sebuah CPU yang setiap hari dimasukkan flasdisk dan ditambah datanya setiap hari, seperti itulah otak kita, diberikan informasi, diupgrade dengan pengetahuan-pengetahuan baru dan norma-norma baru yang akan digunakan sebagai pedoman hidup.

Yang menjadi masalah adalah pikiran orang timur tidaklah sama dengan pikiran orang barat, budaya kutup utara tidaklah sama dengan budaya mediteran, sehingga kita ada kecenderungan untuk melakukan penolakan terhadap sesuatu yang berbeda dengan pemikiran kita sendiri. Belum lagi kepentingan-kepentingan manusia untuk bertahan hidup dan meneruskan generasinya yang merupakan insting alami memperparah kondisi potensi konflik antar sesama manusia.

Jadi jikalau kita bisa memahami sedikit pola-pola hidup, maka kita akan maklum jika seseorang berbeda dengan kita, wajar saja, lingkungan dan informasi yang membentuk karakternya berbeda. Tidaklah harus orang lain harus sama dengan kita, biarkanlah perbedaan menjadi sumber keindahan dan kebersamaan kita sebagai sesama mahluk Tuhan.

#salam perdamaian


Hitam Putih, bukankah hanya cahaya akibat pantulan dari sebuah Objek ?

Kadang, hitam dan putih menjadi perdebatan yang sangat panjang dalam sejarah manusia. Selama berabad abad- hitam dan putih menjadi sumber peperangan, pertikaian dan perselisihan antar umat manusia.

Beberapa warna sebenarnya tidaklah nyata, warna hanyalah jenis cahaya yang dipantulkan oleh sebuah objek, sementara sumber warna tersebut adalah cahaya itu sendiri. Berbagai macam materi berbagai macam pula cahaya yang dipantulkannya.

Cahaya yang dipantulkan tersebut kemudian masuk ke Indera mata dan kemudian diterjemahkan oleh indera mata dan diteruskan ke otak, beberapa mata ada juga yang tidak peka terhadap warna tertentu, karna tidak memiliki pigmen tertentu dan mengartikan cahaya dengan warna yang berbeda dengan kebanyakan orang, atau bahkan tidak bisa mencerna warna alias buta warna.

Ada materi yang meneruskan cahaya seperti air, kaca dan benda transparan lainnya, benda yang bisa ditembus oleh cahaya, serta benda yang tidak bisa ditembus oleh cahaya.

Jika dikaitkan dengan kehidupan manusia, kembali lagi bahwa cahaya lah yang membuat manusia berbeda-beda, tampang, postur, ataupun halus-kasar, sebenarnya bisa juga dikatakan tidaklah "nyata"

Yang membedakan manusia yang satu dengan yang lain sebenarnya hanyalah letak materi itu, penyusun tubuhnya semuanya sama saja.

#tulisan gagal tujuan

Fenomena Blog Hatespeech untuk Jualan Sprei

7/2/16

Di dalam internet marketing, traffic adalah kunci utama dalam sebuah penjualan, ada banyak topik yang bisa dibahas dalam sebuah blog / fan page yang digunakan sebagai media penjualan.

Sebelum membuat blog/fan page, kita bisa search di Google Engine topik apa yang sedang hangat atau punya pasar yang tinggi untuk dijadikan topik utama dalam blog atau fan page tersebut. Bisa saja mengambil topik agama, politik, entertain, otomotif, hobi atau yang lain sesuai dengan kecenderungan menurut penulis, mana yang akan banyak peminatnya. 

Namun ada fenomena baru di dunia internet saat ini, fenomena hatespeech dalam sebuah fan page dengan akun J****. Agak aneh memang, menurut saya, tehnik marketing yang dia gunakan agak ekstrim, masuk ke dunia yang cenderung provokasi untuk meningkatkan traffic (lalu lintas) kunjungan ke fan page nya, sebenarnya di dalam dunia marketing sah-sah saja anda menggunakan tehnik apapun untuk meningkatkan pengunjung.

Namun cara marketing dengan memprovokasi kemudian membuat fitnah, atau berada pada posisi yang berseberangan dengan akal sehat dan fakta sepertinya bukanlah "cara bijak" untuk melakukan sebuah pemasaran.

Lebih banyak dampak negatif yang diakibatkan tehnik "bad marketing technique" tersebut, dan berpotensi menimbulan perpecahan di masyarakat. Kenapa saya mengatakan bahwa disana ada marketing, karna dalam beberapa postingan beliau ada produk yang ditawarkan, baik produk kesehatan maupun produk buku yang diperjual belikan.

Ada jutaan tehnik marketing yang bisa digunakan untuk menjual, tidak lah harus dengan cara memfitnah atau memprovokasi masyarakat, dampak yang timbul akibat dari postingan yang bernuansa SARA tentu akan lebih besar daripada laba yang diperoleh dari produk yang terjual.
 Contohnya  kita bisa lihat dari Tung Desem yang menyebarkan uang dari Helikopter, atau acara Kick Andy on the road yg boleh tendang pembawa papan bertuliskan "kick andy"

Semoga yang punya fan page diberi kesadaran oleh Tuhan, dan semoga yang membaca tidak terprovokasi, bahwa secara teori setiap orang yang menyampaikan informasi pasti punya tujuan, hanya saja kita tidak tahu apa tujuan memberikan informasi, apakah propaganda, provokasi, jualan produk atau murni informasi hasil Jurnalistik.

Salam Cerdas Indonesia

Dear Mantan, Maafkan Aku yang Dulu.

Dear mantan, maafkan aku yang dulu sedang jadi trending topik di sosial media dengan meme-meme yang lucu dan kocak.

Melihat meme-meme itu secara langsung dan tiba-tiba kita mengingat mantan-mantan yang dulu pernah dekat dan menghiasi sejarah persilatan cinta setiap orang dari kita. Kadang terpikir alangkah kejamnya saya dahulu, alangkah teganya saya dulu, atau alangkah malunya saya dulu diperlakukan oleh "dia".

Hidup memang lucu, berharap jodoh ini malah dapat yang itu, serius dengan yang ini eh terjerat dengan yang main-main. Kadang hidup ini hanya menjalani peran saja, yang mengatur sudah ada. Namun flash back ke masa lalu terkadang lucu-lucuan dan bodoh-bodohan untuk diingat.

Dear sang mantan bukanlah soal saya sukses, dan mantan berada dilevel lebih bawah dari kesuksesan kita, ada banyak faktor yang mempengaruhi kebahagiaan kita saat ini, atau mantan lebih ganteng/cantik dari pada masa lalunya sehingga kita menyesal tidak memilih dia....... jihaaa jd baper ! 

Dear mantan hanyalah soal ingat masa lalu, bodoh-bodohan, menertawakan diri bahwa begitu banyak kelucuan yang kita lalui sehingga pada tahap ini kita sudah berkeluarga dan punya tanggungjawab yang harus dipikul untuk menghidupi keluarga.

Jadi mantan, mungkin hidupmu lebih baik saat ini, namun kebahagiaan dan kenyamanan hidup bersama seseorang itu lebih berharga daripada wajahmu atau jabatanmu saat ini..... bagi kami kehidupan bukan hanya soal status dan wajah, namun soal kenyamanan berkeluarga, berkehidupan dan menikmati setiap perjalanan hidup, mendidik anak-anak, bermain bersama, berpura-pura bodoh biar bisa masuk ke dunia anak.

Salam damai mantan..... 

Aku tidak menyesal tidak bersamamu, dan aku juga tidak dendam kepadamu.

Bagiku dirimu adalah guru kehidupan bahwa mungkin sebagian besar umat manusia melewati fase itu, dan kita bisa belajar saat itu untuk kita koreksi saat ini dan bekal untu masa yg akan datang.


Fenomena Rezeki

Ada banyak yang menjadi pemikiran bagi kita manusia, banyak hal yang ternyata hanya ada dalam pemikiran dan idealisme kita saja, pada saat itu sudah tercapai, ternyata lain lagi masalahnya, dan beda lagi ujiannya.

Salah satunya adalah soal rezeki, mungkin kata "rezeki" bagi banyak orang diperspektifkan (dipandang) dalam konotasi positif saja. Andaikan saya punya rezeki yang banyak, saya akan.... atau apabila saya sudah punya uang banyak tentu saja akan membuat kehidupan saya bahagia, ideal, semua bisa dilakukan dan tanpa masalah.

Terlepas memang rezeki bisa menghapuskan salah satu faktor penghambat bahagia, namun ada pula sisi negatif dari sebuah rezeki. Seorang teman mengatakan bahwa "terima lah rezeki sesuai dengan porsimu saat ini". Pada awalnya saya menolak pendapat itu di dalam hati, dan setelah ia berbicara panjang lebar baru saya kemudian menerima pendapat beliau.

Beliau mengatakan "rezeki itu tidak semua baik, rezeki itu ada juga yang MENGHANYUTKAN", menghanyutkan orang-orang yang belum siap menerima rezeki karna belum siap mental dan belum siap menghadapi fasilitas yang disediakan rezeki tersebut beserta potensi perbuatan- perbuatan yang bisa dilakukan dengan rezeki tersebut, baik positif dan negatif.

Saya mengambil kata "potensi" disini karna hal itu bisa terjadi, bisa juga tidak tergantung kematangan jiwa, emosi dan spiritual seseorang. Sebagai contoh ada beberapa orang yang kaya mendadak, namun karna jiwanya belum matang akhirnya ia menggunakan rezeki yang ia peroleh untuk membiayai kenakalan dirinya seperti narkoba, asusila dan tindakan negatif lainnya.

Ada teman yang biasanya duduk di jabatan biasa saja hidupnya normal, imannya kuat dan beribadah normal seperti orang kebanyakan, namun karna mutasi ke jabatan tertentu maka rezekinya berlimpah, dia belum siap untuk menerima rezeki itu, dan terjerumus ke dalam dunia gelap, bercerai dan akhirnya dipecat. Rezeki akhirnya menggulung hidupnya, habis sudah.

Dalam beberapa kehidupan, kehidupan orang-orang berada, pejabat dan publik figur, ternyata hanyalah sandiwara, nampak bahagia, namun sebenarnya sangat rapuh, dan kropos secara hubungan, tidak ada kehangatan dalam keluarga, hanya tipu-tipu dan lip service (kalimat manis/mesra di bibir) dan kamera face to see (nampak manis diluar)

Jadi apapun posisi kita saat ini jangan lupa bersyukur, berharaplah dengan Tuhan dan berupayalah mengendalikan diri sehingga rezeki yang diterima tetap dapat dipergunakan untuk tujuan yg baik, dan jangan pula karna banyak rezeki, jadi nambah niat untuk nambah isteri.

Dibalik pria sukses ada isteri yang luar biasa,.....biar lebih sukses makanya perbanyak istri biar lebih banyak dorongan untuk  sukses ..................hahaha (joke)

PATUTKAN PENCURI SEPASANG SANDAL DIPIDANA ?

6/30/16

      Sekitar 2 tahun yang lalu, beberapa stasiun TV ramai membicarakan topik hukum yang dirasa mengoyak rasa keadilan publik. Kasus itu adalah adanya pemidanaan terhadap seorang yang mencuri sepasang sandal. Publik merasa bahwa pelaku pencurian tidak layak dipidana, karena dianggap tindakan yang dilakukan tidak sesuai dengan hukuman yang diterima, sementara banyak koruptor kelas kakapn yang divonis ringan bahkan vonis bebas.
     Terlepas dari layak atau tidaknya sebuah perbuatan pidana dapat dihukum, maka kita harus melihat dahulu apakah memang didalam KUHP, perbuatan tersebut dapat dipidana atau tidak. Berdasarkan pasal 364 KUHP yang isinya : 
" Perbuatan yang diterangkan pada pasal 362,363 (pencurian baik itu dengan pemberatan atau dengan kekerasan), asal saja tidak dilakukan dalam sebuah rumah atau dalam pekarangan yang tertutup yang ada rumahnya dan jika harga barang yang dicuri itu tidak lebih dari dua ratus lima puluh rupiah, dipidana dengan pencurian ringan, dengan pidana penjara selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya sembilan ratus rupiah ". 
       Dari pasal 364 maka dapat dijelaskan didalam KUHP ternyata ada pencurian yang termasuk dalam kategori ringan yaitu :
a. Pencurian Biasa pasal 362, dengan catatan bahwa harga barang yang dicuri tidak lebih dari dua ratus lima puluh rupiah.
b. Pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih bersama-sama (pasal 363 ayat pertama sub ke-4) dengan catatan bahwa harga barang yang dicuri tidak lebih dari dua ratus lima puluh rupiah).
c. Pencurian yang dilakukan dengan cara demikian rupa, sehingga masuk ke tempat barang yang diambilnya itu dengan cara membongkar dan sebagainya (pasal 365 ayat pertama sub ke-5) dengan catatan bahwa harga barang yang dicuri tersebut tidak lebih dari dua ratus lima puluh ribu rupiah dan tidak dilakukan dalam sebuah pekarangan tertutup yang ada rumahnya.
      Kembali ke pokok permasalahan awal, patutkah seorang pencuri dihukum ? maka sesuai KUHP maka layak. Satu lagi jangan kita lupakan pemilik sandal yang menjadi korban. Terlepas dari rasa keadilan publik yang terkoyak kita harus mempertimbangkan rasa keadilan korban.  Karena salah satu tujuan hukum diciptakan adalah untuk menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban masing-masing manusia, bukan sekelompok mayoritas manusia.


ditulis oleh : H. SIHOTANG. SH

MENGAPA PEJABAT YG KORUPSI SULIT DIPIDANA ?

Dari berita diberbagai televisi dan koran yang menayangkan hasil persidangan di berbagai perkara korupsi kita sering melihat atau mendengar nama-nama pejabat-pejabat tinggi yang disebut-sebut, namun sangat jarang menjadi tersangka dan dihukum.


Banyak orang yang menonton mungkin mengira bahwa orang tersebut telah "diamankan" atau diselamatkan oleh suatu mafia hukum. Namun bila dipelajari ternyata hal tersebut tidaklah demikian adanya. Seiring dengan makin lihainya koruptor, perkembangan cara / modus koruptor pun makin canggih dalam melakukan tindakannya, sehingga penegak hukum sulit untuk menjangkau keikutsertaan koruptor tersebut.

Di banyak kasus koruptor ternyata telah menyetel dirinya berada diluar  'lingkungan rawan" apabila perbuatannya tercium oleh penegak hukum. Ia berusaha bermain aman dengan berada diluar sistem, namun semua masih dalam kendalinya. 

Sebagai contoh apabila ada lelang / tender pemerintah, koruptor membuat sebuah CV/PT yang akan mengikuti lelang. Direktur perusahaannya ia tunjuk orang lain, namun atas suruhannya, sehingga yang menandatangani kontrak bukan dirinya., melainnkan anak buahnya. Lalu dia mengintervensi panitia lelang agar perusahaan boneka ciptaannya menang.

Untuk masalah suap -menyuap ia memakai kurir atau menerima uang dalam bentuk tunai saja sehingga sulit dilacak oleh PPATK, dalam menerima uang dia mengusahakan hanya berdua saja, sehingga saksi apabila perbuatannya nanti hanya diketahui oleh 1 orang. Dimata hukum 1 saksi bukanlah saksi.

Koruptor saat ini sudah seperti pemain catur, memainkan pion-pion tanpa ikut langsung dalam permainan, yang mana apabila ketahuan, dirinya bisa mengelak.

Di dalam persidangan, seseorang bisa dinyatakan bersalah sesuai dengan pasal 184 KUHAP apabila memenuhi minimal 2 alat bukti. Namun karena koruptor tadi pandai maka sulit untuk dijadikan tersangka, karena kekurangan alat bukti ;
alat bukti bisa terdiri dari :
a. Keterangan saksi .
b. Surat-surat/dokumen
c. Keterangan Ahli.
d. Bukti Petunjuk  
Apakah anda setuju dengan hal ini ? silahkan komen dibawah ini ?

CARA MELAKUKAN KORUPSI

Kita sering mendengar kata "korupsi" diberbagai media massa, namun terkadang kita tidak tahu cara orang melakukan korupsi. Untuk itu kita perlu mengetahui bagaimana cara koruptor untuk melakukan korupsi :
Ada beberapa cara yang dilakukan untuk melakukan tindak pidana korupsi yatu :

1. Bermain curang dalam pemilihan penyedia barang dan jasa / pengadaan alat-alat untuk keperluan suati instansi. Caranya dengan menerima uang suap untuk memenangkan salah satu kontraktor.

2. Mengurangi spek barang yang akan dibeli untuk keperluan instansi tersebut, dengan begitu kontraktor akan memperoleh uang yang lebih besar.

3. Suap-menyuap dalam memenangkan penyedia barang dan jasa. Atau menyuap petugas yang meneliti kualitas barang yang diadakan

4. Suap-menyuap untuk mendapatkan jabatan.

5. Dan masih banyak cara lainnya.

terima kasih  

CARA KORUPSI PADA TAHAP LELANG

Korupsi tetap berkembang biak, subur di negara ini, tak peduli berapa canggih aturan yang dibuat atau berapa kali hukum direvisi, hasilnya tetap sama ! Uanglah yang Berkuasa.
Kali ini  kita membahas bagaimana cara / modus korupsi yang dilakukan oleh Panitia Lelang.
Panitia Lelang adalah pintu pertama yang harus dimasuki oleh kontraktor untuk memenangkan sebuah lelang.
Adapun kegiatan yang dilakukan oleh panitia lelang adalah melakukan seleksi terhadap layak tidaknya sebuah perusahaan untuk ikut tender dan melakukan seleksi dan pada akhirnya menetapkan sebuah perusahaan pemenang lelang.  Kegiatan korupsi dimulai pada tahap ini, biasanya kegiatan korupsinya adalah :
  1.  kontraktor bersedia menyerahkan sejumlah uang fee yang disepakati nilainya antara panitia lelang dengan kontraktor untuk memenangkan perusahaan tersebut.
  2. Panitia Lelang membocorkan HPS (harga Perkiraan Sendiri) dan Spesifikasi teknis kepada salah satu peserta lelang sehingga HPS dan Spesifikasi teknis yang ada di panitia dan perusahaan penawar sama sehingga perusahaan tersebut akhirnya menang.
  3. Dari awal kepala SKPD telah menitipkan nama perusahaan yang akan dimenangkan, panitia diancam apabila tidak menuruti kemauannya tim panitia akan dimutasikan.
  4. Yang membuat spesifikasi teknis dan HPS adalah Panitia Lelang sendiri atas pesanan perusahaan yang akan mengikuti lelang, sehingga dipastikan semua penilaian akan dimenangkan oleh perusaan tersebut, karena yang membuat adalah panitia, dan yang menilai juga panitia.
  5. Perusahaan membuat beberapa “perusahaan pendamping”, yang bertujuan hanya untuk meramaikan kegiatan lelang, yang sebenarnya dibuat agar orang lain tidak curiga dan untuk memenuhi persyaratan Perpres 54 Tahun 2010 yang mana peserta lelang dibatasi minimal 3 perusahaan.
  6. Panitia Lelang tidak melakukan proses lelang yang sebenarnya, hanya membuat dokumen lelang diatas kertas saja, namun faktanya tidak dilakukan proses lelang.
 Itulah beberapa cara korupsi yang dilakukan pada tahap awal lelang, yang intinya adalah kegiatan seleksi awal yang tidak dilakukan sebenarnya, dan dari awal panitia lelang telah disuap oleh kontraktor agar yang bersangkutan memperoleh pekerjaan / kegiatan tersebut.
Apakah anda memiliki modus lain yang dilakukan oleh panitia lelang ? mari berbagi disini ?

Bersyukur

Ada banyak hal yang bisa kita syukuri dalam hidup, kesehatan, rezeki, cinta, nafas dan juga materi yang kita dapat.

Banyak orang yang akhirnya tidak dapat menikmati hidup mereka karna melihat orang lain sebagai tolak ukur. Kekasih orang lain, kekayaan orang lain atau apapun kelebihan orang lain yang dianggap akan membuat dirinya apabilan berada pada posisi itu akan membuat dirinya lebih bahagia.

Kehidupan ini kadang hanya seperti fatamorgana, melihat sesuatu hanya diluarnya saja, ketika kita berada di sana dan menjalaninya, keadaan mungkin tidak lah lebih baik dari yang ada kita miliki saat ini.

Seperti wanita berwarna rambut hitam memuja-muja wanita yang memiliki rambut pirang, dan namun ternyata wanita berambut pirang juga sudah bosan dengan rambutnya yang pirang, sebaliknya ia menyukai rambut hitam.

Hidup seperti saling memandang dari dunia yang berbeda, merasa yang lain sebagai kebahagiaan, dan dunia yang lain juga menganggap itu juga sebagai kebahagiaan, mananusia ditipu oleh keinginan-keinginannya, dan ternyata ketika bisa mengendalikan keinginan dan bersyukur disanalah letak kebahagiaan itu.

Dunia Kerja

Dunia kerja, bukanlah dunia yang ramah, ini fakta, dunia kerja tidaklah ramah seindah cerita..... banyak persaingan, intrik dan skandal untuk saling menjatuhkan, cari nama dan cari muka.

Sebagian orang yang tidak mau bekerja keras, dan agak sedikit licik akan berusaha bermain kotor dengan memburukkan teman sekerja demi mengangkat kinerjanya yang biasa-biasa saja.

Sebagian lagi tidak peduli dengan pekerjaan dan hanya bekerja seadanya saja dan setelah jam kantor maka ia akan segera pulang. Biasanya yang menjadi korban adalah karyawan yang baik-baik yang tidak pandai mencari muka.

Dunia kerja seperti komunitas kecil manusia yang mencerminkan lingkungan kerja yang lebih besar seperti perusahaan dan birokrasi pemerintahan.

Manusia sebagai mahluk sosial dan mahluk liar (homo homini lupus) bisa dilihat dalam dunia kerja, mungkin di seluruh tempat di dunia ini seperti ini. Jadi jangang anggap dunia kerja itu nikmat.....

Apakah waktu memang berulang ?

6/29/16

Dalam beberapa aktivitas kita, mungkin banyak hal yang berbeda dari ritualitas yang kita lakukan sehari-hari, salah satunya adalah mengenai ulang tahun, ritual keagamaan dan kegiatan ulangan lainnya.

Meskipun ini berlawanan dengan yang kita lakukan dalam adab kebiasaan kita, namun perlu kita pikirkan kembali apa yang kita lakukan, apakah memang benar yang kita lakukan pada waktu terdahulu atau yang akan datang mengenai arti "waktu", bagaimana ia bekerja dan apakah memang benar ada pengulangan.

Menurut Albert Einstein, waktu itu memanjang, memelar sepeti karet yang ditarik, dan tidak akan kembali, maka sebenarnya tidak ada ulang tahun maupun ritual tahunan perayaan-perayaan keagamaan, maupun acara lainnya.

Makanya dalam beberapa acara, yang kegiatan pengulangan suatu kegiatan diberi kalimat awal "peringatan", peringatan dimaksud adalah untuk mengingat kejadian masa lalu, bukan untuk mengulang kejadian seperti dalam "keadaan yang sebenarnya dimasa lalu".

Mungkin sebagian orang tidak setuju akan pemikiran seperti ini, namun mungkin hal ini ada benarnya, bahwa waktu itu tidak berulang dan tidak dapat kembali ke awal, hanya manusialah yang membuat hitungan berdasarkan pola tertentu, untuk dapat melakukan pengukuran waktu.

Makanya setiap suku bangsa di dunia memiliki cara sendiri untuk menghitung waktu mereka, seperti kalender Cina, kalender Jawa, Kalender Hijriah, kalender masehi, kalender suku Maya, dll, berbeda-beda pola, metode, namun kita semua berada pada ruang dan waktu yang sama.

Pangkat dan Jabatan, Berkah atau Musibah ?

6/27/16

Cerita ini murni pemikiran seorang manusia yang sedang merenung, bukan karna ada motif tertentu, atau karena iri, dengki, dan kata negatif lainnya.

Dahulu ketika si Budi pertama kali dilantik dan mendapatkan jabatan, seorang rohaniwan diundang ke rumahnya untuk mengucapkan doa syukur, dan si Budi pun mengundang tetangga-tetangganya untuk sekedar makan bersama seadanya sebagai bentuk rasa syukur.

Dengan gembira, sanak keluarganya bernyukur atas kesuksesan si Budi yang mendapatkan jabatan, dan menyelipkan doa-doa harapan agar si Budi menjadi orang besar yang memiliki jabatan yang tinggi dan bisa menopang saudara-saudaranya, atau orang sekampungnya.

Tahun berganti, tak terasa sudah 38 tahun si Budi mengabdi pada nusa dan bangsa, dihampir akhir masa tugasnya tersiar kabar bahwa si Budi tertangkap karna permasalahan korupsi, akhirnya si Budi minta pensiun dini dan menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara.

Kehidupan, memang masih misteri, dalam pemikiran banyak orang, jabatan mungkin dianggap total adalah sebagai berkah, namun boleh kita renungkan kembali, terkadang jabatan adalah musibah jika seseorang yang diberi jabatan tidak mampu menempatkan diri dan mengendalikan hawa nafsunya.

Jabatan bisa menjadi alat untuk mencoba kekuatan iman seseorang, melalui jabatan seseorang bisa terperangkap dalam perilaku tidak adil, karna ia dipengaruhi oleh kepentingan dirinya atau kepentingan atasan diatasnya. Melawan maka ia tersingkir !, dalam banyak hal beberapa orang terpaksa berbuat curang karna ia tidak mampu melawan tekanan dari atas.

Mari kita pikir kembali, jika mendapat jabatan, apakah jabatan itu berkah, musibah atau cobaan ?


Beribadah hanyalah di rumah Tuhan ?

Suatu ketika si Budi sedang mengendarai sepeda motor miliknya untuk pergi ke rumah ibadah, ia berpakaian yang rapi, maklum saja, dia baru saja mandi dan menggunakan minyak wangi, karena di dalam hatinya ia berpikir jikalau ia akan menghadap Tuhan, maka ia harus rapi, bersih dan wangi, itulah bentuk penghormatannya kepada Tuhan.

Ditengah perjalanan ia melihat si Anto yang sedang berdagang, ia lalu bertanya di dalam hatinya, mengapa si Anto ini masih berjualan di hari yang diwajibkan baginya untuk beribadah ?, bukankah hari itu adalah harinya Tuhan, hari untuk memuliakan Tuhan setelah beberapa ia hari bekerja. Maka timbullah pikiran di dalam otaknya, bahwa si Anto ini tidak menghargai Tuhan, tidak taat, rakus akan keduniawian dan materi mengatur hidupnya.

Secara tiba-tiba masuklah Iblis ke dalam relung-relung hatinya, dan membisikkan kepada si Budi bahwa Anto adalah seorang pendosa yang derajatnya lebih rendah di mata Tuhan, maka mulailah tatapan si Budi menjadi sinis kepada Anto, dan secara tidak sadar, muncullah jiwa eksklusif di dalam jiwa Anto.
Didalam pertemuan-pertemuan ibadah lain, atau perkumpulan-perkumpulan doa, si Budi menganggap saran dan masukan dari si Anto tidak perlu dipertimbangkan, karna ia jarang beribadah, dan lebih banyak bekerja daripada berkecimpung di dalam rumah Tuhan.

Kejadian-kejadian seperti ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak contoh dalam kehidupan yang mana permasalahan seperti ini timbul, padahal hal seperti ini tidaklah perlu terjadi, bukankah bekerja dan menghidupi keluarga dengan bekerja keras adalah sebuah bentuk "ibadah". Mengupayakan kehidupan yang baik dan berjuang demi anak keturunan berikutnya bukan bentuk ibadah.

Menolong sesama, melalui karya pekerjaan yang berguna bagi sesama juga bentuk ibadah ?, bekerja dengan waktu kerja yang teratur atau dengan istilah-istilah "piket", "Shif siang/malam" atau "pengamanan" yang waktunya tidak bisa diatur sesuai keinginan karna menyangkut keselamatan jiwa seperti tenaga kesehatan dan keamanan bukan bentuk ibadah ?

Ibadah, bukanlah sekedar kegiatan seremonial, harus hadir pada suatu tempat, kemudian melakukan kegiatan sesuai protokol, lalu berakhir, Ibadah memiliki makna yang sangat luas, termasuk didalamnya berbuat baik dengan sesama.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

kategori

Total Pageviews

Hitstat Counter

Pages