Narutoholic

Narutoholic

PATUTKAN PENCURI SEPASANG SANDAL DIPIDANA ?

6/30/16

      Sekitar 2 tahun yang lalu, beberapa stasiun TV ramai membicarakan topik hukum yang dirasa mengoyak rasa keadilan publik. Kasus itu adalah adanya pemidanaan terhadap seorang yang mencuri sepasang sandal. Publik merasa bahwa pelaku pencurian tidak layak dipidana, karena dianggap tindakan yang dilakukan tidak sesuai dengan hukuman yang diterima, sementara banyak koruptor kelas kakapn yang divonis ringan bahkan vonis bebas.
     Terlepas dari layak atau tidaknya sebuah perbuatan pidana dapat dihukum, maka kita harus melihat dahulu apakah memang didalam KUHP, perbuatan tersebut dapat dipidana atau tidak. Berdasarkan pasal 364 KUHP yang isinya : 
" Perbuatan yang diterangkan pada pasal 362,363 (pencurian baik itu dengan pemberatan atau dengan kekerasan), asal saja tidak dilakukan dalam sebuah rumah atau dalam pekarangan yang tertutup yang ada rumahnya dan jika harga barang yang dicuri itu tidak lebih dari dua ratus lima puluh rupiah, dipidana dengan pencurian ringan, dengan pidana penjara selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya sembilan ratus rupiah ". 
       Dari pasal 364 maka dapat dijelaskan didalam KUHP ternyata ada pencurian yang termasuk dalam kategori ringan yaitu :
a. Pencurian Biasa pasal 362, dengan catatan bahwa harga barang yang dicuri tidak lebih dari dua ratus lima puluh rupiah.
b. Pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih bersama-sama (pasal 363 ayat pertama sub ke-4) dengan catatan bahwa harga barang yang dicuri tidak lebih dari dua ratus lima puluh rupiah).
c. Pencurian yang dilakukan dengan cara demikian rupa, sehingga masuk ke tempat barang yang diambilnya itu dengan cara membongkar dan sebagainya (pasal 365 ayat pertama sub ke-5) dengan catatan bahwa harga barang yang dicuri tersebut tidak lebih dari dua ratus lima puluh ribu rupiah dan tidak dilakukan dalam sebuah pekarangan tertutup yang ada rumahnya.
      Kembali ke pokok permasalahan awal, patutkah seorang pencuri dihukum ? maka sesuai KUHP maka layak. Satu lagi jangan kita lupakan pemilik sandal yang menjadi korban. Terlepas dari rasa keadilan publik yang terkoyak kita harus mempertimbangkan rasa keadilan korban.  Karena salah satu tujuan hukum diciptakan adalah untuk menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban masing-masing manusia, bukan sekelompok mayoritas manusia.


ditulis oleh : H. SIHOTANG. SH

MENGAPA PEJABAT YG KORUPSI SULIT DIPIDANA ?

Dari berita diberbagai televisi dan koran yang menayangkan hasil persidangan di berbagai perkara korupsi kita sering melihat atau mendengar nama-nama pejabat-pejabat tinggi yang disebut-sebut, namun sangat jarang menjadi tersangka dan dihukum.


Banyak orang yang menonton mungkin mengira bahwa orang tersebut telah "diamankan" atau diselamatkan oleh suatu mafia hukum. Namun bila dipelajari ternyata hal tersebut tidaklah demikian adanya. Seiring dengan makin lihainya koruptor, perkembangan cara / modus koruptor pun makin canggih dalam melakukan tindakannya, sehingga penegak hukum sulit untuk menjangkau keikutsertaan koruptor tersebut.

Di banyak kasus koruptor ternyata telah menyetel dirinya berada diluar  'lingkungan rawan" apabila perbuatannya tercium oleh penegak hukum. Ia berusaha bermain aman dengan berada diluar sistem, namun semua masih dalam kendalinya. 

Sebagai contoh apabila ada lelang / tender pemerintah, koruptor membuat sebuah CV/PT yang akan mengikuti lelang. Direktur perusahaannya ia tunjuk orang lain, namun atas suruhannya, sehingga yang menandatangani kontrak bukan dirinya., melainnkan anak buahnya. Lalu dia mengintervensi panitia lelang agar perusahaan boneka ciptaannya menang.

Untuk masalah suap -menyuap ia memakai kurir atau menerima uang dalam bentuk tunai saja sehingga sulit dilacak oleh PPATK, dalam menerima uang dia mengusahakan hanya berdua saja, sehingga saksi apabila perbuatannya nanti hanya diketahui oleh 1 orang. Dimata hukum 1 saksi bukanlah saksi.

Koruptor saat ini sudah seperti pemain catur, memainkan pion-pion tanpa ikut langsung dalam permainan, yang mana apabila ketahuan, dirinya bisa mengelak.

Di dalam persidangan, seseorang bisa dinyatakan bersalah sesuai dengan pasal 184 KUHAP apabila memenuhi minimal 2 alat bukti. Namun karena koruptor tadi pandai maka sulit untuk dijadikan tersangka, karena kekurangan alat bukti ;
alat bukti bisa terdiri dari :
a. Keterangan saksi .
b. Surat-surat/dokumen
c. Keterangan Ahli.
d. Bukti Petunjuk  
Apakah anda setuju dengan hal ini ? silahkan komen dibawah ini ?

CARA MELAKUKAN KORUPSI

Kita sering mendengar kata "korupsi" diberbagai media massa, namun terkadang kita tidak tahu cara orang melakukan korupsi. Untuk itu kita perlu mengetahui bagaimana cara koruptor untuk melakukan korupsi :
Ada beberapa cara yang dilakukan untuk melakukan tindak pidana korupsi yatu :

1. Bermain curang dalam pemilihan penyedia barang dan jasa / pengadaan alat-alat untuk keperluan suati instansi. Caranya dengan menerima uang suap untuk memenangkan salah satu kontraktor.

2. Mengurangi spek barang yang akan dibeli untuk keperluan instansi tersebut, dengan begitu kontraktor akan memperoleh uang yang lebih besar.

3. Suap-menyuap dalam memenangkan penyedia barang dan jasa. Atau menyuap petugas yang meneliti kualitas barang yang diadakan

4. Suap-menyuap untuk mendapatkan jabatan.

5. Dan masih banyak cara lainnya.

terima kasih  

CARA KORUPSI PADA TAHAP LELANG

Korupsi tetap berkembang biak, subur di negara ini, tak peduli berapa canggih aturan yang dibuat atau berapa kali hukum direvisi, hasilnya tetap sama ! Uanglah yang Berkuasa.
Kali ini  kita membahas bagaimana cara / modus korupsi yang dilakukan oleh Panitia Lelang.
Panitia Lelang adalah pintu pertama yang harus dimasuki oleh kontraktor untuk memenangkan sebuah lelang.
Adapun kegiatan yang dilakukan oleh panitia lelang adalah melakukan seleksi terhadap layak tidaknya sebuah perusahaan untuk ikut tender dan melakukan seleksi dan pada akhirnya menetapkan sebuah perusahaan pemenang lelang.  Kegiatan korupsi dimulai pada tahap ini, biasanya kegiatan korupsinya adalah :
  1.  kontraktor bersedia menyerahkan sejumlah uang fee yang disepakati nilainya antara panitia lelang dengan kontraktor untuk memenangkan perusahaan tersebut.
  2. Panitia Lelang membocorkan HPS (harga Perkiraan Sendiri) dan Spesifikasi teknis kepada salah satu peserta lelang sehingga HPS dan Spesifikasi teknis yang ada di panitia dan perusahaan penawar sama sehingga perusahaan tersebut akhirnya menang.
  3. Dari awal kepala SKPD telah menitipkan nama perusahaan yang akan dimenangkan, panitia diancam apabila tidak menuruti kemauannya tim panitia akan dimutasikan.
  4. Yang membuat spesifikasi teknis dan HPS adalah Panitia Lelang sendiri atas pesanan perusahaan yang akan mengikuti lelang, sehingga dipastikan semua penilaian akan dimenangkan oleh perusaan tersebut, karena yang membuat adalah panitia, dan yang menilai juga panitia.
  5. Perusahaan membuat beberapa “perusahaan pendamping”, yang bertujuan hanya untuk meramaikan kegiatan lelang, yang sebenarnya dibuat agar orang lain tidak curiga dan untuk memenuhi persyaratan Perpres 54 Tahun 2010 yang mana peserta lelang dibatasi minimal 3 perusahaan.
  6. Panitia Lelang tidak melakukan proses lelang yang sebenarnya, hanya membuat dokumen lelang diatas kertas saja, namun faktanya tidak dilakukan proses lelang.
 Itulah beberapa cara korupsi yang dilakukan pada tahap awal lelang, yang intinya adalah kegiatan seleksi awal yang tidak dilakukan sebenarnya, dan dari awal panitia lelang telah disuap oleh kontraktor agar yang bersangkutan memperoleh pekerjaan / kegiatan tersebut.
Apakah anda memiliki modus lain yang dilakukan oleh panitia lelang ? mari berbagi disini ?

Bersyukur

Ada banyak hal yang bisa kita syukuri dalam hidup, kesehatan, rezeki, cinta, nafas dan juga materi yang kita dapat.

Banyak orang yang akhirnya tidak dapat menikmati hidup mereka karna melihat orang lain sebagai tolak ukur. Kekasih orang lain, kekayaan orang lain atau apapun kelebihan orang lain yang dianggap akan membuat dirinya apabilan berada pada posisi itu akan membuat dirinya lebih bahagia.

Kehidupan ini kadang hanya seperti fatamorgana, melihat sesuatu hanya diluarnya saja, ketika kita berada di sana dan menjalaninya, keadaan mungkin tidak lah lebih baik dari yang ada kita miliki saat ini.

Seperti wanita berwarna rambut hitam memuja-muja wanita yang memiliki rambut pirang, dan namun ternyata wanita berambut pirang juga sudah bosan dengan rambutnya yang pirang, sebaliknya ia menyukai rambut hitam.

Hidup seperti saling memandang dari dunia yang berbeda, merasa yang lain sebagai kebahagiaan, dan dunia yang lain juga menganggap itu juga sebagai kebahagiaan, mananusia ditipu oleh keinginan-keinginannya, dan ternyata ketika bisa mengendalikan keinginan dan bersyukur disanalah letak kebahagiaan itu.

Dunia Kerja

Dunia kerja, bukanlah dunia yang ramah, ini fakta, dunia kerja tidaklah ramah seindah cerita..... banyak persaingan, intrik dan skandal untuk saling menjatuhkan, cari nama dan cari muka.

Sebagian orang yang tidak mau bekerja keras, dan agak sedikit licik akan berusaha bermain kotor dengan memburukkan teman sekerja demi mengangkat kinerjanya yang biasa-biasa saja.

Sebagian lagi tidak peduli dengan pekerjaan dan hanya bekerja seadanya saja dan setelah jam kantor maka ia akan segera pulang. Biasanya yang menjadi korban adalah karyawan yang baik-baik yang tidak pandai mencari muka.

Dunia kerja seperti komunitas kecil manusia yang mencerminkan lingkungan kerja yang lebih besar seperti perusahaan dan birokrasi pemerintahan.

Manusia sebagai mahluk sosial dan mahluk liar (homo homini lupus) bisa dilihat dalam dunia kerja, mungkin di seluruh tempat di dunia ini seperti ini. Jadi jangang anggap dunia kerja itu nikmat.....

Apakah waktu memang berulang ?

6/29/16

Dalam beberapa aktivitas kita, mungkin banyak hal yang berbeda dari ritualitas yang kita lakukan sehari-hari, salah satunya adalah mengenai ulang tahun, ritual keagamaan dan kegiatan ulangan lainnya.

Meskipun ini berlawanan dengan yang kita lakukan dalam adab kebiasaan kita, namun perlu kita pikirkan kembali apa yang kita lakukan, apakah memang benar yang kita lakukan pada waktu terdahulu atau yang akan datang mengenai arti "waktu", bagaimana ia bekerja dan apakah memang benar ada pengulangan.

Menurut Albert Einstein, waktu itu memanjang, memelar sepeti karet yang ditarik, dan tidak akan kembali, maka sebenarnya tidak ada ulang tahun maupun ritual tahunan perayaan-perayaan keagamaan, maupun acara lainnya.

Makanya dalam beberapa acara, yang kegiatan pengulangan suatu kegiatan diberi kalimat awal "peringatan", peringatan dimaksud adalah untuk mengingat kejadian masa lalu, bukan untuk mengulang kejadian seperti dalam "keadaan yang sebenarnya dimasa lalu".

Mungkin sebagian orang tidak setuju akan pemikiran seperti ini, namun mungkin hal ini ada benarnya, bahwa waktu itu tidak berulang dan tidak dapat kembali ke awal, hanya manusialah yang membuat hitungan berdasarkan pola tertentu, untuk dapat melakukan pengukuran waktu.

Makanya setiap suku bangsa di dunia memiliki cara sendiri untuk menghitung waktu mereka, seperti kalender Cina, kalender Jawa, Kalender Hijriah, kalender masehi, kalender suku Maya, dll, berbeda-beda pola, metode, namun kita semua berada pada ruang dan waktu yang sama.

Pangkat dan Jabatan, Berkah atau Musibah ?

6/27/16

Cerita ini murni pemikiran seorang manusia yang sedang merenung, bukan karna ada motif tertentu, atau karena iri, dengki, dan kata negatif lainnya.

Dahulu ketika si Budi pertama kali dilantik dan mendapatkan jabatan, seorang rohaniwan diundang ke rumahnya untuk mengucapkan doa syukur, dan si Budi pun mengundang tetangga-tetangganya untuk sekedar makan bersama seadanya sebagai bentuk rasa syukur.

Dengan gembira, sanak keluarganya bernyukur atas kesuksesan si Budi yang mendapatkan jabatan, dan menyelipkan doa-doa harapan agar si Budi menjadi orang besar yang memiliki jabatan yang tinggi dan bisa menopang saudara-saudaranya, atau orang sekampungnya.

Tahun berganti, tak terasa sudah 38 tahun si Budi mengabdi pada nusa dan bangsa, dihampir akhir masa tugasnya tersiar kabar bahwa si Budi tertangkap karna permasalahan korupsi, akhirnya si Budi minta pensiun dini dan menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara.

Kehidupan, memang masih misteri, dalam pemikiran banyak orang, jabatan mungkin dianggap total adalah sebagai berkah, namun boleh kita renungkan kembali, terkadang jabatan adalah musibah jika seseorang yang diberi jabatan tidak mampu menempatkan diri dan mengendalikan hawa nafsunya.

Jabatan bisa menjadi alat untuk mencoba kekuatan iman seseorang, melalui jabatan seseorang bisa terperangkap dalam perilaku tidak adil, karna ia dipengaruhi oleh kepentingan dirinya atau kepentingan atasan diatasnya. Melawan maka ia tersingkir !, dalam banyak hal beberapa orang terpaksa berbuat curang karna ia tidak mampu melawan tekanan dari atas.

Mari kita pikir kembali, jika mendapat jabatan, apakah jabatan itu berkah, musibah atau cobaan ?


Beribadah hanyalah di rumah Tuhan ?

Suatu ketika si Budi sedang mengendarai sepeda motor miliknya untuk pergi ke rumah ibadah, ia berpakaian yang rapi, maklum saja, dia baru saja mandi dan menggunakan minyak wangi, karena di dalam hatinya ia berpikir jikalau ia akan menghadap Tuhan, maka ia harus rapi, bersih dan wangi, itulah bentuk penghormatannya kepada Tuhan.

Ditengah perjalanan ia melihat si Anto yang sedang berdagang, ia lalu bertanya di dalam hatinya, mengapa si Anto ini masih berjualan di hari yang diwajibkan baginya untuk beribadah ?, bukankah hari itu adalah harinya Tuhan, hari untuk memuliakan Tuhan setelah beberapa ia hari bekerja. Maka timbullah pikiran di dalam otaknya, bahwa si Anto ini tidak menghargai Tuhan, tidak taat, rakus akan keduniawian dan materi mengatur hidupnya.

Secara tiba-tiba masuklah Iblis ke dalam relung-relung hatinya, dan membisikkan kepada si Budi bahwa Anto adalah seorang pendosa yang derajatnya lebih rendah di mata Tuhan, maka mulailah tatapan si Budi menjadi sinis kepada Anto, dan secara tidak sadar, muncullah jiwa eksklusif di dalam jiwa Anto.
Didalam pertemuan-pertemuan ibadah lain, atau perkumpulan-perkumpulan doa, si Budi menganggap saran dan masukan dari si Anto tidak perlu dipertimbangkan, karna ia jarang beribadah, dan lebih banyak bekerja daripada berkecimpung di dalam rumah Tuhan.

Kejadian-kejadian seperti ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak contoh dalam kehidupan yang mana permasalahan seperti ini timbul, padahal hal seperti ini tidaklah perlu terjadi, bukankah bekerja dan menghidupi keluarga dengan bekerja keras adalah sebuah bentuk "ibadah". Mengupayakan kehidupan yang baik dan berjuang demi anak keturunan berikutnya bukan bentuk ibadah.

Menolong sesama, melalui karya pekerjaan yang berguna bagi sesama juga bentuk ibadah ?, bekerja dengan waktu kerja yang teratur atau dengan istilah-istilah "piket", "Shif siang/malam" atau "pengamanan" yang waktunya tidak bisa diatur sesuai keinginan karna menyangkut keselamatan jiwa seperti tenaga kesehatan dan keamanan bukan bentuk ibadah ?

Ibadah, bukanlah sekedar kegiatan seremonial, harus hadir pada suatu tempat, kemudian melakukan kegiatan sesuai protokol, lalu berakhir, Ibadah memiliki makna yang sangat luas, termasuk didalamnya berbuat baik dengan sesama.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

kategori

Total Pageviews

Hitstat Counter

Pages