Narutoholic

Narutoholic

KESOMBONGAN MUNCUL AKIBAT PERSEPSI, PADAHAL PERSEPSI KITA BERBEDA-BEDA

7/18/16

Akibat pengen nulis lagi.....

Masih ingat soal indera pencerna informasi yang pernah kita bahas bersama, bahwa peristiwa sebagai bahan dasar informasi bisa diterjemahkan masing-masing tubuh manusia dan menghasilkan respon yang berbeda pada setiap orang.

Itulah kekuatan persepsi (cara padang terhadap sesuatu berdasarkan nilai-nilai yang diajarkan kepadanya atau berdasarkan pengalaman hidup sebelumnya), jadi persepsi seseorang dengan orang lain juga berbeda terhadap suatu peristiwa.

Malah terkadang persepsi seseorang bisa menjadikan dirinya menjadi sombong atau biasa saja, contoh dalam kehidupan seseorang sebuah mobil adalah hal yang biasa, berdasarkan pengalaman sebelumnya bahwa ia sudah lama punya mobil atau generasi sebelum dia dalam keluarganya (ayah, kakek, atau buyutnya) sudah biasa punya mobil. Maka persepsinya tentang sebuah "mobil" menjadi biasa saja.

Lain halnya dengan seseorang yang baru saja memiliki mobil pertama kali, maka "ego" untuk menunjukkan diri (aktualisasi diri) menjadi lebih tinggi dan persepsinya menimbulkan pengertian bahwa apa yang ia raih patut untuk dibanggakan.

Dalam kehidupan yang lain, ada juga orang yang tidak menganggap harta kekayaan sebagai sesuatu yang penting, ada yang menganggap harta hanya sebagai alat pencapai tujuan, bisa hilang, datang, pergi, lalu hadir kembali, harta hanya digunakan sebagai salah satu alat untuk mencapai kebahagiaan...

Pada akhirnya setiap orang punya persepsi sendiri mengenai harta benda, maka sebenarnya tidaklah bijak apabila seseorang menyombongkan harta, jabatan atau kekayaan yang dimilikinya, karna persepsi seseorang terhadap suatu nilai juga berbeda, dan juga tidaklah sama tolak ukur setiap orang terhadap harta benda, dan jabatan.

Maka berhentilah menyombongkan diri, kesombongan hanya ada dalam persepsi.........berharga menurut anda belum tentu berharga menurut orang lain, bisa saja mereka menganggap hal itu hal yang biasa saja...

Prioritas bagi anda belum tentu Prioritas bagi orang lain, jadi bersikaplah biasa saja......


Kosong adalah Ada dan Ada adalah Kosong

7/4/16

Mendengar kata Kosong adalah Ada dan Ada adalah Kosong sebenarnya pada awalnya membuat saya agak bingung, bingung karna tidak mengetahui apa arti kalimat tersebut, bagaimana mungkin kosong itu ada dan ada itu kosong. Istilah ini sering didengungkan oleh sebuah agama.

Setelah beberapa kali membaca dan belajar fisika, barulah saya mengerti tentang artinya ini, meskipun pengertian saya disini tidaklah sebijak pengertian yang diberikan oleh para pemuka agama, namun saya memang sedikit mengerti tentang ada adalah kosong dan kosong adalah ada.

Bahwa semua yang kita sadari sebagai realita tidaklah semuanya benar, kita menyadari sesuatu materi hanyalah berdasarkan kemampuan kita saja, pada faktanya kita hanya melihat sesuatu dengan cara pandang dan cara ukur sesuai kemampuan kita sebagai manusia.

Bahwa diluar kemampuan kita terdapat alat ukur lain yang bisa memecahkan segala pemikiran kita sebelumnya tentang sebuah realitas. Ada adalah Kosong dan Kosong adalah Ada. 
Sebagai contoh kita melihat udara sebagai sesuatu yang kosong, namun jika kita menggunakan kaca pembesar dengan pembesaran ribuan kali, kita akan melihat benda-benda kecil yang tidak kasat mata, bisa saja itu bakteri, virus, molekul N, atau molekul O2, atau mikro organisme lainnya.

Nah mikro organisme, virus atau molekul sekalipun jika kita perbesar jutaan kali ternyata juga memiliki inti atom, inti sel, atau partikel neutron, proton serta muatan positif negatif dan masih ada ruang kosong lintasan neutron dan proton yang masih kosong yang memungkinkan ketidakstabilan sebuah materi yang memungkinkan terjadinya perikatan tarik-menarik dan bisa memicu kehidupan.

Saya sebelumnya terkagum-kagum terhadap sebuah agama yang bisa memberikan statemen ada adalah kosong dan kosong adalah ada tersebut, bagaimana mungkin agama yang berdiri ribuan tahun yang lalu bisa mengetahui hal tersebut.

Manusia hanya menafsirkan "realitas" berdasarkan kemampuannya mencerna informasi yang ada dihadapannya, dan bagaimana ia menggunakan standar "tolak ukurnya" untuk mencerna realitas, padahal sebenarnya manusia tidak benar-benar bisa memahami apa yang terjadi di alam semesta ini.

Bahwa realitas yang sebenarnya itu tidaklah terukur dan terpahami, semua yang kita terjemahkan melalui otak kita masih berupa misteri, roh, jiwa, kesadaran masih saja menjadi pertanyaan yang belum terjawab sampai saa ini.

Jangan Salahkan Aparatnya, Tapi Salahkanlah Masyarakatnya.

Dalam membaca beberapa postingan di media sosial terkait dengan kelakuan aparat, saya terkadang bingung, bingung karna beberapa komentator di media sosial merasa "paling benar" saat membully aparat yang melanggar aturan atau bertindak menyimpang dan tindakan itu merugikan masyarakat.

Jika melihat negara sebagai suatu keutuhan, maka negara tentu saja terdiri dari masyarakat dan wilayah, masyarakat yang menetap pada suatu wilayah membentuk pemerintahan mereka dan membangun sebuah sistem dan alat kelengkapannya agar roda pemerintahan dan tujuan mendirikan sebuah negara bisa tercapai.

Bertolak dari filosofi tersebut, sebenarnya tidaklah ada alasan untuk membuly sebuah aparat negara, apalagi yang membuly tersebut masyarakatnya sendiri. Apakah anda lupa jika aparat yang anda buly merupakan produk masyarakat sendiri. 

Aparat dibentuk oleh pemerintah dengan merekrut anak-anak masyarakat dan memasukkannya dalam sebuah sistem ke aparatan, dengan metode perekrutan yang dibentuk masyarakat melalui wakil-wakilnya di dewan perwakilan mereka di legislatif.

Jika kemudian masyarakat membuli aparat, perlu dipertimbangkan kembali, siapa aparat tersebut, pelajari silsilahnya, bisa jadi ia merupakan keluargamu, pamanmu atau tentanggamu, jika kemudian terjadi penyimpangan perilakunya, tanyakan kembali apakah ada yang salah dalam pembinaan karakter dilingkunganmu.

Aparat tidaklah dibentuk dari negara lain, atau planet lain lalu ditempatkan dilingkunganmu untuk mengamankan lingkunganmu. Aparat berasal dari keluargamu, lingkunganmu, teman-temanmu atau setidaknya satu negara denganmu, dengan sistem yang sama, falsafah yang sama atau tanah air yang sama. 
Jadi sebelum membuli, tanyakan pada diri sendiri apakah dirimu lebih baik dari mereka, tidak suka menyuap, tidak suka melanggar aturan dan memiliki integritas. Jika semua itu belum bisa kau capai, cobalah berbenah dan kurangilah membuli.

#Tidak ada aparat yang baik dalam masyarakat yang sakit, justru aparat dianggap sakit jika ia berlaku baik dalam masyarakat yang sakit.

Mengapa setiap orang berbeda menanggapi sebuah Informasi


Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Informasi, informasi itu sifatnya netral, tidak negatif maupun tidak positif, semuanya berada pada level standar.

Hanya saja setiap manusialah yang menanggapi informasi dengan cara yang beragam, manusia sebagai alat pengolah informasi, mengolah informasi dengan cara dan standar yang berbeda-beda. Maka hasil akhir informasi juga beragam.

Manusia sebagai mahluk yang memiliki perasaan, terkadang lebih menggunakan perasaan daripada mencerna informasi dengan baik. Informasi yang sama bisa diartikan berbeda setiap orang tergantung kepada Moralitas, Agama dan pengalaman pribadi dirinya sebelumnya.

Tak heran jika seseorang akan sangat membenci sesuatu, sebagian lagi biasa saja, dan sebagian lagi sangat memujanya.

Alur pencernaan sebuah Informasi :

Informasi + Indera (mata, telinga, lidah dll) + saraf indera + otak + Moralitas (biasanya bersumber dari agama) + Perasaan (suka atau tidak biasanya bersumber dari pengalaman) = hasil akhir Informasi + bertindak, (cuek, marah, suka atau senang).

Benar atau Salah ?

Dalam kehidupan sosial kita manusia sering kali terjadi perbedaan pendapat, perbedaan pendapat dan perbedaan cara memandang sebuah masalah.

Hal tersebut tidaklah menjadi masalah ketika kita semua bisa menahan diri untuk tidak berbuat kekerasan terhadap sesama, namun jika kecenderungan perbedaan tadi ditanggapi dengan ekstrim maka yang terjadi adalah tindakan-tindakan radikal yang merugikan kemanusiaan.

Jika kita menggunakan akal sehat kita dan merenungi proses kehidupan ini, maka kita tidak akan berbuat radikal, bahwasanya kita semua "diciptakan" oleh lingkungan kita . "Kita" mencapai kesadaran kita melalui pembelajaran-pembelajaran yang kita terima dari sekeliling kita. Orang-orang disekeliling kita menanamkan aturan dan norma-norma yang ada dilingkungan kita dimana kita dilahirkan. 

Berbagai macam media lain disekitar kita seperti buku, televisi, radio, majalah, koran, stiker, budaya dan lain sebagainya masuk ke dalam otak dan hati kita untuk dijadikan referensi informasi yang kita pegang dan kita terapkan sebagai pedoman hidup kita.

Layaknya sebuah CPU yang setiap hari dimasukkan flasdisk dan ditambah datanya setiap hari, seperti itulah otak kita, diberikan informasi, diupgrade dengan pengetahuan-pengetahuan baru dan norma-norma baru yang akan digunakan sebagai pedoman hidup.

Yang menjadi masalah adalah pikiran orang timur tidaklah sama dengan pikiran orang barat, budaya kutup utara tidaklah sama dengan budaya mediteran, sehingga kita ada kecenderungan untuk melakukan penolakan terhadap sesuatu yang berbeda dengan pemikiran kita sendiri. Belum lagi kepentingan-kepentingan manusia untuk bertahan hidup dan meneruskan generasinya yang merupakan insting alami memperparah kondisi potensi konflik antar sesama manusia.

Jadi jikalau kita bisa memahami sedikit pola-pola hidup, maka kita akan maklum jika seseorang berbeda dengan kita, wajar saja, lingkungan dan informasi yang membentuk karakternya berbeda. Tidaklah harus orang lain harus sama dengan kita, biarkanlah perbedaan menjadi sumber keindahan dan kebersamaan kita sebagai sesama mahluk Tuhan.

#salam perdamaian


Hitam Putih, bukankah hanya cahaya akibat pantulan dari sebuah Objek ?

Kadang, hitam dan putih menjadi perdebatan yang sangat panjang dalam sejarah manusia. Selama berabad abad- hitam dan putih menjadi sumber peperangan, pertikaian dan perselisihan antar umat manusia.

Beberapa warna sebenarnya tidaklah nyata, warna hanyalah jenis cahaya yang dipantulkan oleh sebuah objek, sementara sumber warna tersebut adalah cahaya itu sendiri. Berbagai macam materi berbagai macam pula cahaya yang dipantulkannya.

Cahaya yang dipantulkan tersebut kemudian masuk ke Indera mata dan kemudian diterjemahkan oleh indera mata dan diteruskan ke otak, beberapa mata ada juga yang tidak peka terhadap warna tertentu, karna tidak memiliki pigmen tertentu dan mengartikan cahaya dengan warna yang berbeda dengan kebanyakan orang, atau bahkan tidak bisa mencerna warna alias buta warna.

Ada materi yang meneruskan cahaya seperti air, kaca dan benda transparan lainnya, benda yang bisa ditembus oleh cahaya, serta benda yang tidak bisa ditembus oleh cahaya.

Jika dikaitkan dengan kehidupan manusia, kembali lagi bahwa cahaya lah yang membuat manusia berbeda-beda, tampang, postur, ataupun halus-kasar, sebenarnya bisa juga dikatakan tidaklah "nyata"

Yang membedakan manusia yang satu dengan yang lain sebenarnya hanyalah letak materi itu, penyusun tubuhnya semuanya sama saja.

#tulisan gagal tujuan

Fenomena Blog Hatespeech untuk Jualan Sprei

7/2/16

Di dalam internet marketing, traffic adalah kunci utama dalam sebuah penjualan, ada banyak topik yang bisa dibahas dalam sebuah blog / fan page yang digunakan sebagai media penjualan.

Sebelum membuat blog/fan page, kita bisa search di Google Engine topik apa yang sedang hangat atau punya pasar yang tinggi untuk dijadikan topik utama dalam blog atau fan page tersebut. Bisa saja mengambil topik agama, politik, entertain, otomotif, hobi atau yang lain sesuai dengan kecenderungan menurut penulis, mana yang akan banyak peminatnya. 

Namun ada fenomena baru di dunia internet saat ini, fenomena hatespeech dalam sebuah fan page dengan akun J****. Agak aneh memang, menurut saya, tehnik marketing yang dia gunakan agak ekstrim, masuk ke dunia yang cenderung provokasi untuk meningkatkan traffic (lalu lintas) kunjungan ke fan page nya, sebenarnya di dalam dunia marketing sah-sah saja anda menggunakan tehnik apapun untuk meningkatkan pengunjung.

Namun cara marketing dengan memprovokasi kemudian membuat fitnah, atau berada pada posisi yang berseberangan dengan akal sehat dan fakta sepertinya bukanlah "cara bijak" untuk melakukan sebuah pemasaran.

Lebih banyak dampak negatif yang diakibatkan tehnik "bad marketing technique" tersebut, dan berpotensi menimbulan perpecahan di masyarakat. Kenapa saya mengatakan bahwa disana ada marketing, karna dalam beberapa postingan beliau ada produk yang ditawarkan, baik produk kesehatan maupun produk buku yang diperjual belikan.

Ada jutaan tehnik marketing yang bisa digunakan untuk menjual, tidak lah harus dengan cara memfitnah atau memprovokasi masyarakat, dampak yang timbul akibat dari postingan yang bernuansa SARA tentu akan lebih besar daripada laba yang diperoleh dari produk yang terjual.
 Contohnya  kita bisa lihat dari Tung Desem yang menyebarkan uang dari Helikopter, atau acara Kick Andy on the road yg boleh tendang pembawa papan bertuliskan "kick andy"

Semoga yang punya fan page diberi kesadaran oleh Tuhan, dan semoga yang membaca tidak terprovokasi, bahwa secara teori setiap orang yang menyampaikan informasi pasti punya tujuan, hanya saja kita tidak tahu apa tujuan memberikan informasi, apakah propaganda, provokasi, jualan produk atau murni informasi hasil Jurnalistik.

Salam Cerdas Indonesia

Dear Mantan, Maafkan Aku yang Dulu.

Dear mantan, maafkan aku yang dulu sedang jadi trending topik di sosial media dengan meme-meme yang lucu dan kocak.

Melihat meme-meme itu secara langsung dan tiba-tiba kita mengingat mantan-mantan yang dulu pernah dekat dan menghiasi sejarah persilatan cinta setiap orang dari kita. Kadang terpikir alangkah kejamnya saya dahulu, alangkah teganya saya dulu, atau alangkah malunya saya dulu diperlakukan oleh "dia".

Hidup memang lucu, berharap jodoh ini malah dapat yang itu, serius dengan yang ini eh terjerat dengan yang main-main. Kadang hidup ini hanya menjalani peran saja, yang mengatur sudah ada. Namun flash back ke masa lalu terkadang lucu-lucuan dan bodoh-bodohan untuk diingat.

Dear sang mantan bukanlah soal saya sukses, dan mantan berada dilevel lebih bawah dari kesuksesan kita, ada banyak faktor yang mempengaruhi kebahagiaan kita saat ini, atau mantan lebih ganteng/cantik dari pada masa lalunya sehingga kita menyesal tidak memilih dia....... jihaaa jd baper ! 

Dear mantan hanyalah soal ingat masa lalu, bodoh-bodohan, menertawakan diri bahwa begitu banyak kelucuan yang kita lalui sehingga pada tahap ini kita sudah berkeluarga dan punya tanggungjawab yang harus dipikul untuk menghidupi keluarga.

Jadi mantan, mungkin hidupmu lebih baik saat ini, namun kebahagiaan dan kenyamanan hidup bersama seseorang itu lebih berharga daripada wajahmu atau jabatanmu saat ini..... bagi kami kehidupan bukan hanya soal status dan wajah, namun soal kenyamanan berkeluarga, berkehidupan dan menikmati setiap perjalanan hidup, mendidik anak-anak, bermain bersama, berpura-pura bodoh biar bisa masuk ke dunia anak.

Salam damai mantan..... 

Aku tidak menyesal tidak bersamamu, dan aku juga tidak dendam kepadamu.

Bagiku dirimu adalah guru kehidupan bahwa mungkin sebagian besar umat manusia melewati fase itu, dan kita bisa belajar saat itu untuk kita koreksi saat ini dan bekal untu masa yg akan datang.


Fenomena Rezeki

Ada banyak yang menjadi pemikiran bagi kita manusia, banyak hal yang ternyata hanya ada dalam pemikiran dan idealisme kita saja, pada saat itu sudah tercapai, ternyata lain lagi masalahnya, dan beda lagi ujiannya.

Salah satunya adalah soal rezeki, mungkin kata "rezeki" bagi banyak orang diperspektifkan (dipandang) dalam konotasi positif saja. Andaikan saya punya rezeki yang banyak, saya akan.... atau apabila saya sudah punya uang banyak tentu saja akan membuat kehidupan saya bahagia, ideal, semua bisa dilakukan dan tanpa masalah.

Terlepas memang rezeki bisa menghapuskan salah satu faktor penghambat bahagia, namun ada pula sisi negatif dari sebuah rezeki. Seorang teman mengatakan bahwa "terima lah rezeki sesuai dengan porsimu saat ini". Pada awalnya saya menolak pendapat itu di dalam hati, dan setelah ia berbicara panjang lebar baru saya kemudian menerima pendapat beliau.

Beliau mengatakan "rezeki itu tidak semua baik, rezeki itu ada juga yang MENGHANYUTKAN", menghanyutkan orang-orang yang belum siap menerima rezeki karna belum siap mental dan belum siap menghadapi fasilitas yang disediakan rezeki tersebut beserta potensi perbuatan- perbuatan yang bisa dilakukan dengan rezeki tersebut, baik positif dan negatif.

Saya mengambil kata "potensi" disini karna hal itu bisa terjadi, bisa juga tidak tergantung kematangan jiwa, emosi dan spiritual seseorang. Sebagai contoh ada beberapa orang yang kaya mendadak, namun karna jiwanya belum matang akhirnya ia menggunakan rezeki yang ia peroleh untuk membiayai kenakalan dirinya seperti narkoba, asusila dan tindakan negatif lainnya.

Ada teman yang biasanya duduk di jabatan biasa saja hidupnya normal, imannya kuat dan beribadah normal seperti orang kebanyakan, namun karna mutasi ke jabatan tertentu maka rezekinya berlimpah, dia belum siap untuk menerima rezeki itu, dan terjerumus ke dalam dunia gelap, bercerai dan akhirnya dipecat. Rezeki akhirnya menggulung hidupnya, habis sudah.

Dalam beberapa kehidupan, kehidupan orang-orang berada, pejabat dan publik figur, ternyata hanyalah sandiwara, nampak bahagia, namun sebenarnya sangat rapuh, dan kropos secara hubungan, tidak ada kehangatan dalam keluarga, hanya tipu-tipu dan lip service (kalimat manis/mesra di bibir) dan kamera face to see (nampak manis diluar)

Jadi apapun posisi kita saat ini jangan lupa bersyukur, berharaplah dengan Tuhan dan berupayalah mengendalikan diri sehingga rezeki yang diterima tetap dapat dipergunakan untuk tujuan yg baik, dan jangan pula karna banyak rezeki, jadi nambah niat untuk nambah isteri.

Dibalik pria sukses ada isteri yang luar biasa,.....biar lebih sukses makanya perbanyak istri biar lebih banyak dorongan untuk  sukses ..................hahaha (joke)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

kategori

Total Pageviews

Hitstat Counter

Pages