Narutoholic

Narutoholic

Perjalanan Spiritual seorang kutu buku

6/10/17

Saya tidak tahu mengapa saya suka buku...kegilaan terhadap buku sepertinya membuat saya gila.
Kelas 6 SD saya sudah selesai membaca kitab saya, habis dari awal hingga akhir.

Kegilaan membaca buku masih berlanjut sampai SMA, malahan ditahap ini kegilaan saya mencapai puncak, mungkin akibat keinginan untuk mencari jati diri semakin kuat.

Pertanyaan : apa tujuan hidup, apakah aku ADA, dan apa yg dimaksud dengan kesadaran membuat saya gila buku selain saya juga suka sains.

Kebetulan di kota saya ada perpustakaan daerah, saya rutin meminjam buku kesana, bacaanya lumayan berat seperti buku Karl Mark, Stalin dan Leninisme.

Saya terus saja membaca dan menemukan pengetahuan pengetahuan baru yg mungkin bagi sebagian orang itu adalah ilmu terlarang, ha...ha..ha..
Padahal sebenarnya ajaran dan teori itu adalah sumber kebijaksanaan. Sperti pengertian sosialisme, ateisme, bagaimana mengelola kekayaan negara untuk kepentingan bersama.

Atau ajaran Marhaneisme yg sejatinya memuliakan para buruh dan rakyat jelata.

Tapi sudahlah....toh itu tak berpengaruh terhadap ilmu itu sendiri.

Pencarian pun berlanjut melalui buku-buku...saat ini pencarian malah ke dalam diri dan lingkungan saya, saya pun kemudian membaca buku The Da Vinci Code, gambar "cawan anggur" maria, buku Judaisme, atau buku-buku terkait agama, Kahlil Gibran, Angel and demons dll...yg intinya isinya adalah kontroversial.

Buku Buddha tak luput juga dibaca, dan beberapa buku lain yg kontroversial lainnya.

Akhirnya aku tersadar dan memahami mengapa Mother Teresa, Mahatma Gandi, Dalai Lama atau Gusdur bersikap plural dab humanis, mengapa orang orang besar menjadi terhapuskan sekat - sekat kelompoknya dan mengangungkan kemanusiaan dan cinta kasih.

Sains adalah penunjuk arah bagiku, ilmu saja tanpa pembuktian hanyalah omong kosong, saya dulu gemar dengan fisika, biologi dan kimia, saya menyelami pengertian mengenai sel, molekul, atom, elektron, dan lain-lain, saya belajar mengenai asal usul kehidupan tentang sup purba kehidupan.

Bagaimana materi dan anti materi sebagai penyusun dasar kehidupan,, kemudian loncatan kesadaran yg membuat seluruh molekul bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan secara besama dan terorganisir.

Lalu saya mencari pengertian kesadaran melalui filsafat Plato, Socrates, Ibnu rusd, atau Thomas Aquinas (filsafat khatolik),

Saya baca buku politik, machaveli, bagaimana cara memperoleh kekuasaan dengan cara apapun termasuk segala cara.

Saya belajar gold glory gospel, metode dalam penjajahan.

Kebudayaan juga salah satu bagian yg tidak saya lepaskan dari perhatian saya, hasil cipta karsa setiap manusia di muka bumi kita nikmati tanpa ada batasan pengguna, siapa saja boleh termasuk WA ini.

Saya semakin humanis, saya semakin menjadi manusia, bahwa saya akan menghargai setiap manusia dan menghargai sesama, bukan karena apapun, namun lebih karena saya ini manusia

Saat ini pencarian saya masih berlanjut, saya masih membeli buku (meskipun saya bukan orang kaya) saya selalu menyisihkan uang jajan saya untuk beli buku.

Saat ini saya sedang menggemari ajaran spiritualitas, Ajaran Israel dan kejawen jawa sepertinya sangat menarik saat ini.

Saya jarang bicara agama saya, bukan karena saya tidak beriman, tapi karena saya sadar bahwa manusia adalah sumber kelemahan, sejak lahir pun sudah butuh makan, sangat lemah akan godaan.

Makanya saya menghindari pembicaraan soal agama, saya sangatlah lemah soal dosa, ada wanita cantik saja saya langsung noleh (wkwkkwk) naluriah alami lelaki.

Dalam kelemahan dan ketidakberdayaan saya, saya terkadang menjerit kepadaNya, dan bertanya apa tujuanMu menciptakan aku? Aku dengan segala kelemahan, dipaksa berlajan dalam kejamnya kehidupan.

Tapi aku percaya jika pengampunan adalah sebuah hadiah, bukan sebuah pencapaiab atas ibadah, kita manusia lemah sedari lahir, tak akan mampu berjalan seperti malaikat diantara keterbatasan.

Makanya saya tidak pernah dan kalau bisa jangan pernah bicara ibadah.

Salam damai

Bahwa keberagaman hanyalah casing....inti dari kehidupan adalah cinta kasihkasih












Apakah Tuhan membutuhkan Ibadah Kita ?

Ibadah, banyak orang melakukan ibadah, melakukan ibadah secara rutin dan teratur. Namun pernahkah kita bertanya ke dalam hati apakah tujuan dari ibadah.

Memuji tuhan adalah salah satu cara beribadah, dengan memuji tuhan maka hati kita terpuaskan, namun puas akan apa? itu menjadi sebuah pertanyaan, kala setiap orang berlomba-lomba beribadah.

Namun pernahkah kita berdiam, menyelam ke dalam diri, masuk ke dalam keadaan diam, tanya jawab kepada diri sendiri meninggalkan segala macam doktrin dan yang pernah masuk ke dalam kedua telinga kita, terkadang kita terlalu banyak menerima informasi, kepala kita puyeng.

Ibadah pada awalnya muncul akibat rasa takut manusia akan ketidak-pastian masa depan, ketakutan akan petir yg menggelegar atau ketakukan akan pohon besar, rasa takut menimbulkan rasa tunduk, ingin ditemani dan ingin didampingi. Maka ia memberikan sesembahan kepada pohon besar karena rasa takutnya.

Ibadah juga dijadikan sebagai alat untuk mengisi ruang hampa di dalam hati, keraguan dapat diisi dengan ibadah, bahwa manusia "mengira" dengan memberikan sesembahan, ibadah dan puji-pujian adalah cara untuk mendekatkan diri, namun apakah benar tuhan  membutuhkan ibadah kita ?.

Apakah dengan tidak beribadahnya manusia, maka eksistensi tuhan akan lenyap ?, apakah dengan tidak beribadahnya manusia maka tuhan akan lenyap? apakah alfa dan omega tidak terjadi jika manusia tidak beribadah ?

Apakah Ia begitu lemah? sehingga Ia memerlukan puji-pujian darimu? bukankah kamu yang lemah sehingga kamu membutuhkan pertolonganNya? jadi dimanakah letak kesombonganmu kepada sesama mu wahai manusia ?

Ibadah manusia sebenarnya tidak berpengaruh kepada tuhan, karena tuhan sang MAHA tidak membutuhkan pujian atau apapun, segala kehormatan, keindahan, dan ke-MAHA-an ada padaNya.

Ia telah dulu ADA sebelum ruang dan waktu tercipta, dan ia akan selalu ada meskipun ruang dan waktu musnah, ia juga telah ADA sebelum aku, kamu dan kita mencapai kesadaran dan pengertian akan "keberadaanya", ia disebut dalam banyak nama dalam banyak zaman.

Justru manusia lah yang membutuhkan ibadah, untuk mengingatkan dirinya, untuk membuatnya rendah hari, jika nun diluar sana masih ada kekuatan di luar diri manusia yang MAHA segalanya.

Jika kemudian "ritual" manusia membuat sang manusia merasa "lebih" dari manusia lainnya, maka sebenarnya manusia tersebut sudah mengambil wilayah "domain" pekerjaan tuhan. Ia berperan menjadi tuhan bagi sesama manusianya.

Tuhan tidak butuh ibadah, manusialah yg butuh ibadah untuk menguatkan dirinya dalam kelemahan.

Rahayu....

Kecemburuan Kesalehan

6/5/17

Apa maksud kecemburuan kesalehan? Sebuah kalimat yg baru, namun mungkin bisa mewakili situasi ketika Kain dan Habel sebagai generasi kedua yg menghuni bumi. Setidaknya itulah yg dipercayai sebagian besar manusia.

Cemburu dalam kesalehan, apa maksudnya?, maksudnya adalah ketika seseorang membandingkan nilai ibadahnya dengan orang lain yg seiman dengannya atau juga berbeda iman.

Dalam seiman, ibadah juga terkadang dijadikan ajang kompetisi, namun kompetisi ini tidak terlalu vulgar untuk diungkapkan. Namun faktanya hal ini benarlah adanya, lihat saja banyaknya aliran atau mazhab / sekte didalam sebuah agama, yg pada awalnya muncul akibat "keyakinan" bahwa cara beribadahnyalah yg paling baik, paling benar dan konon paling diterima oleh yang dipujanya.

Dalam beberapa negara, malahan konfrontasi antar aliran aliran dalam satu iman ini malah begitu ekstrim, mulai dari dilarang berinteraksi bahkan saling membunuh.

Kecemburuan kesalehan juga muncul antar iman yg berbeda, kecemburuan bisa muncul akibat cara beribadah yg berbeda-beda, bisa jadi karena cara beribadah orang lain begitu mudah, namun kok bisa diberkati oleh Tuhan, sementara kok kami cara beribadahnya begitu rumit namun hasilnya mungkin saja sama bahkan dibawah mereka.

Kecemburuan kesalehan, membuat sebagian orang begitu mudah menyatakan orang lain sebagai orang yg tersesat, bisa jadi dirinya begitu kelelahan beribadah namun cemburu.melihat orang lain bersantai santai dalam beribadah, di dalam hatinya ia tidak bisa menerima jika orang lain lebih mudah hidupnya dalam beribadah.

Kisah Kain dan Habel adalah kisah klasik, bahwa penilai ibadah bukanlah manusia, bahwa yg menentukan dan mengetahui isi hati kita adalah Ia semata

APAKAH AKU BISA MEMILIH ?

6/4/17

Kita adalah jiwa-jiwa yg terjebak dalam tubuh yg berbeda.

Terlahir sebagai tubuh pria maupun wanita.

Terlahir dalam suku ini dan suku itu.

Terlahir dalam keluarga beragama A atau B

Terlahir dalam keluarga kaya atau miskin.

Terlahir dalam keluarga pejabat atau rakyat jelata

Terlahir dalam warna kulit hitam, cokelat, sawo matang atau agak kemerahan.

Terlahir dalam tubuh berambut pirang, hitam, lurus atau keriting.

Apakah aku bisa memilih agar bisa dilahirkan dalam keadaan tertentu ?

Lantas mengapakah kita masih menistakan perbedaan?

Perbedaan terlahir sebagai bawaan lahir...tak bisa diubah dan itu adalah rencanaNya dari awal penciptaan.

Meskipun dengan sangat mudah Ia bisa membuat semuanya seragam?

Perbedaan membuat hidup dan kehidupan makin berwarna.
 
#salam damai

PENTINGKAH SEBUAH INDENTITAS ?

Dahulu kala....ketika bumi pertama kali terbentuk....dan manusia belum "menamai" nama-nama hewan dan tumbuhan yang ada di bumi, banyak hewan dan tumbuhan belum memiliki "identitas" untuk memudahkan pengenalan mereka.
Kemudian manusia memberi nama dan identitas hewan dan tumbuhan itu supaya lebih mudah untuk mengenalinya.

Beberapa abad kemudian muncul ahli-ahli yang mempelajari hewan-hewan dan tumbuhan dan memberikan sebuah metode pengenalan dan pemberian nama-nama hewan dan tumbuahan tersebut dan diberi istilah Binomial Nomenclature.

Biasanya nama hewan dan tumbuhan itu diberi nama sesuai dengan nama penemu atau kharakteristik tertentu hewan dan tumbuhan yg ditemukan, baik lokasi, kebiasaan, atau sifat khusus lainnya.

Yang menjadi pertanyaan kemudian adaah,  apakah pemberian "identitas", nama, label, atau pembeda pada hewan dan tumbuhan tersebut merupakan murni sebuah perbedaan yang sebenarnya ada ? atau hanya karena perspektif / cara pandang manusia ?. Bukankah sebelum dilabeli dan diberi identitas sebuah sistem kehidupan telah berjalan alami tanpa campur tangan manusia ? semuanya berjalan normal dan aman-aman saja? dan telah mengikuti hukum alam yang telah dahulu ada.

 Apakah cara pandang / perspektif manusia terhadap alam dan menciptakan identitas terhadap alam adalah sebuah hukum mutlak ? yang dikemudian hari justru identitas ini memicu konflik akibat beberapa manusia memandang dengan cara yang berbeda terhadap identitas alam itu sendiri ?

Perkembangan ilmu pun berkembang dengan pesat, pelabelan dan pemberian identitas pun sampai ke manusia, manusia diberi nama, ras, suku dan pembeda-pembeda lainnya, sesuai dengan karakteristik, warna kulit, kebudayaan, letak geografis dan lain-lain.

Lalu apakah dengan memberi manusia identias dan "label" dengan perspektif orang-orang / pemimpin terdahulu akan menghilangkan sisi kemanusiaan kita ?

Apakah dengan merek yang "berbeda" tentu kita lebih agung adiguna terhadap merek / identitas yang lain?, ataukah dengan memakai brand terkenal, lalu kita sebagai munusia tidak lagi membutuhkan nutrisi untuk hidup.

Ataukah dengan memegang sebuah ideologi tertentu, maka tubuh kita akan berbeda dengan suku dan ras lain yang ada dibelahan bumi utara? 
 
Saya kira tidak.....kita bisa belajar ke masa lalu, bahwa sebelum manusia diberi label/indentias, tentu kita semua adalah sama dalam kemanusiaan...

Kita tersusun dari atom, molekul, organ, dan gen yang sama, bahkan kromosom kita cocok.
Identitas hanyalah pembungkus luar (casing) saja.

Di sini didalam hati, dibagian terdalam unsur penyusun tubuh kita, kita memiliki partikel atom yg sama.
Jadilah manusia seutuhnya...

Salam damai.

Keyakinan Bukanlah Kebenaran, sehingga tidak perlu diperdebatkan

Masa kini masanya media sosial, ya media sosial begitu berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat, bahkan kini media sosial sudah menjadi area bebas (free area) untuk berdebat mengenai segala hal, area yang dimana setiap orang bisa berbicara tanpa ada moderator atau filter yang bisa menghalanginya.

Semua orang bisa mengutarakan pendapat tanpa harus melihat klasifikasi pendidikan, tamatan, profesi, kematangan, kebijaksanaan, bebas asalkan bisa membuat akun sosial, langsung bisa komentar.

Yang terjadi kemudian adalah setiap orang bisa berbicara sesuka hatinya, meskipun tanpa ilmu, kurang pemahaman dan kurang kebijaksanaan, maka perdebatan panjang pun terjadi di media sosial, nah topik yang paling seting dibahas adalah mengenai keyakinan.

Yang menjadi pertanyaan kemudian apakah keyakinan adalah sebuah kebenaran ? apakah keyakinan bisa diuji dengan benar ? dan bisa diuji oleh orang lain dengan cara yang sama lalu menghasilkan hasil yang sama?

Keyakinan bukanlah kebenaran, namanya saja yakin, apakah anda pernah yakin? sebagai contoh ketikan anda akan mengikuti sebuah ujian disekolah, apakah anda yakin anda akan lulus ujian, lalu apakah setelah mengikuti ujian anda benar-benar lulus?. Bagaimana anda bisa mengetahui jika keyakinan anda itu benar bahwa anda telah lulus ujian? tentu saja setelah melihat hasil ujian. 

Demikian juga dengan keyakinan, jika anda mengatakan bahwa anda yakin terhadap keyakinan anda maka hasilnya akan anda peroleh setelah anda tiada. 

Maka berhentilah berdebat mengenai KEYAKINAN, keyakinan bukanlah kebenaran, anda yakin menang, namun belum tentu anda benar-benar menang, dan jika saya yakin saya kalah, belum tentu juga saya akan kalah, waktu PENGHAKIMAN itu belum datang, dan kita akan melihat hasilnya pada saat itu, bukan sekarang.

Maka berhentilah mendebatkan KEYAKINAN, karena keyakinan bukanlah KEBENARAN

Fanatisme yang Kacau

Hari-hari ini kita dihentak oleh situasi yang kurang enak, hari-hari ini kita dibangunkan kembali dengan fanatisme yang mulai berkembang dengan subur, menghancurkan rasa persaudaraan diantara kita, menciptakan ruang pemisah sementara akibat kasus-kasus yang sedang hangat dan cenderung fanatis yang sedang dialami oleh bangsa ini.

Fanatisme memang terkadang mengalahkan logika dan kewarasan, sehingga tidak bisa melihat secara jernih, sebenarnya permasalahan apa yang sedang terjadi. Ketika isu yang menyangkut fanatisme muncul maka tujuan utama para penyebar isu mudah sekali terkamuflase.

Bisa dianalogikan sebuah kisahnya seperti contoh dibawah ini.

Sebuah perusahaan kecap menciptakan sebuah kecap dengan merek A dan B, kedua merek tersebut diciptakan agar jika salah satu merek gagal dipasaran maka merek lain bisa menghandle kerugian perusahaan. Pemilik perusahaan kebetulan memiliki 2 orang anak yang dijadikan manejer pemasaran sekaligus memberikan sebuah kompetisi kepada anaknya agar bisa memajukan perusahaan menjadi lebih besar.

Kedua orang anak tadi saling berkompetisi dalam pemasaran, bagaimana cara menjual dengan baik sehingga kecap merek A dan merek B bisa menguasai pangsa pasar penjualan kecap. Mereka menciptakan tim pemasaran, melakukan pelatihan dan metode penjualan yang baik, dan tentu saja mendoktrin kelebihan-kelebihan masing masing produk kepada para marketer (penjual) di lapangan.

Doktrin mengenai kelebihan masing-masing kecap setiap hari dimasukkan ke dalam otak dan hati para marketing, agar mereka bisa mencintai produk dan menjual kepada masyarakat dengan bahasa yang baik dan mudah dimengerti oleh masyarakat.

Beberapa tahun berlalu, dan kemudian brand A dan brand B menjadi penguasa pasar, tingkat penjualan mereka selalu saja berselisih sedikit dan hanya mereka yang menguasai penjualan kecap di seluruh negeri bahkan di dunia.

Akibat sering menjual kecap dengan merek tertentu dan juga masyarakat tertentu yang terus menerus memakan kecap dengan merek yang sama, muncullah rasa cinta antara marketing dan konsumen pengguna kecap, sehingga lambat laun juga muncul dogma yang terpelihara dan tertanam didalam hati mereka, karena sudah merupakan kondrat manusia untuk memiliki "rasa".

Suatu ketika pengguna kecap A mengatakan bahwa kecap B tidak enak dan tidak bermutu, tentu saja marketing dan pengguna kecap B tidak terima akan penilaian itu, lalu terjadilah konflik antara pengguna kecap A dan kecap B bersama dengan marketing- marketing, terjadilah kerusuhan massal hanya karena penilaian terhadap rasa, fanatisme yang sempit.

Padahal jika dilihat dari awal, bahwa kecap tersebut dibuat dengan bahan yang sama, diproduksi di pabrik yang sama, yang berbeda hanyalah para marketing dan pangsa pasarnya. 

Fanatisme yang sempit akan mematikan logika.

(memahami diri sendiri sebelum memahami orang lain)


POLA DEVIDE ET IMPERA (PECAH BELAH)

5/28/17

Unity (Kesatuan) adalah harapan setiap orang, dengan bersatu maka kita akan lebih kuat. Hal kecil yang pernah kita terima saat saya bersekolah di Sekolah Dasar adalah istilah "Bersatu Kita Kuat Bercerai Kita Runtuh), waktu itu guru mengumpamakan sebuah sapu lidi, akan mudah dipatahkan ketika sebatang, namun akan sulit untuk dipatahkan jika seikat.

Mungkin kita perlu diingatkan bahwa dulu para pemuda bangsa kita, telah menyadari bahwa hanya dengan bersatu maka kekuatan kita akan besar, hanya dengan bersatu tujuan bangsa kita bisa dicapai, maka mereka mengikrarkan Sumpah Pemuda.

Namun saat ini upaya pecah belah sedang giat dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan bangsa ini, melalui politik devide et impera (pemecah belah), tanpa kita sadari mereka saat ini ingin membangun kebencian antar sesama anak bangsa.

Sejauh ini sesuai pengamatan kami pola yang mereka gunakan untuk memecah belah adalah :
1. Mencari Perbedaan.
2. Pisahkan.
3. Doktirn / Bangun rasa ekslusif / paling suci / paling baik
4. Cari perselisihan.
5. Benturkan.

Cara-cara seperti ini sedang giat dibangun oleh sekelompok orang di negara kita, mereka mencari-cari perbedaan yang ada dimasyarakat. Yang menjadi tantangan kemudian adalah kita sebagai bangsa Indonesia memiliki banyak sekali suku, ras dan agama, yang tentu saja berbeda.
Oleh sebab itu kita harus menerima perbendaan sebagai sesuatu fakta, bahwa kita semua berbeda, namun kita harus bisa saling menghargai perbedaan.

Kemudian bahwa saat ini sebagian orang ingin memisahkan antara suatu kelompok dengan kelompok yang lain, mencoba menciptakan "identitas" yang berbeda dengan yang lain, banyak orang saat ini lebih suka memisahkan diri dari grup-grup besar dan membuat grup sendiri dan menghindari komunikasi dengan alasan takut terpengaruh, takut terbawa-bawa dll.

Doktirn paling suci, terpilih, dan anak tuhan tanpa disadari menimbulkan ego ekslusifitas, bahwa kelompok mereka lah yang merupakan tangan kanan Tuhan, sang pewahyu dan lain-lain, rasa ekslusif menimbulkan rasa paling suci, dan gampang tersinggung, oleh karena itu buanglah rasa ekslusif dari diri kita agar kita lebih rendah hati dan tidak gampang tersinggung.

Jika kemudian kita bisa menerapkan itu semua, niscaya adapun masalah yang terjadi didalam masyarakat, mudah-mudahan kita akan bisa melihat sebuah perkara dengan pikiran yang jernih dan terhindar dari provokasi.

bukan begitu ?

Silahkan komen ya?

Apel yang memiliki makna misterius

Buah Apel, buah yang menurut saya agak spesial, dalam kitab Perjanjian Lama, memiliki peran yang sangat krusial, bahwa buah tersebut disebut-sebut sebagai buah yang membuat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa.

Dalam kitab Genesis (perjanjian lama) disebutkan bahwa ada sebuah Pohon ditengah-tengah taman yang buahnya tidak boleh dimakan oleh Adam dan Hawa, pohon itu disebutkan sebagai Pohon Pengetahuan Baik dan Pohon Pengetahuan Buruk, dan buahnya dilambangkan sebagai buah Apel.

Memang ada banyak perumpamaan dalam kitab, yang kadang tidak bisa kita artikan dengan tepat sesuai dengan tujuan sang penulis, apakah Pohon Pengetahuan juga sebuah perumpamaan?, ataukah juga buah Apel sebagai sebuah perumpamaan?, mungkin tidak bisa dijelaskan secara pasti.

Ataukah juga pengetahuan sebagai penyebab manusia jatuh ke dalam dosa, apakah pengetahuan baik dan pengetahuan buruk cenderung membuat manusia jadi jatuh ke dalam kesombongan dan keangkuhan yang menyebabkan mereka jatuh ke dalam dosa ? 

Dan jelas juga disebutkan bahwa yang pertama kali memakan buah tersebut adalah Eve (Hawa), apakah manusia pertama yang mengecap pengetahuan adalah wanita ? 

Steve Job, sang pencipta teknologi membuat lambang sebuah apel yang telah tergigit menjadi lambang bagi produk-produk teknologi miliknya, mungkinkah juga jika Steve telah mengetahui hal tersebut, dan menjadikan lambang apel yang telah tergigit tersebut sebagai lambang produk digitalnya.

Sampai saat ini belum ada jawaban pastinya, mungkin ada punya komentar soal ini ? 

Silahkan komentar dibawah ini......


Actus Reus ( Tindakan Nyata)

Poin penting setelah adanya niat jahat (mens rea) diperlukan tahap kelanjutan terjadinya tindak pidana yaitu Actus Reus (tindakan nyata).

Tindakan nyata adalah sebuah perbuatan yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari niat jahat, tindakan nyata bisa dikategorikan sebagai tindakakan apabila tindakan tersebut sudah menyebabkan adanya anggota tubuh yang bergerak, misalnya saat seseorang berbicara, maka anggota tubuhnya yaitu bibir dan lidah bergerak.

Dalam kasus penghinaan atau ancaman misalnya bahwa sudah ada ucapan yang keluar dari mulut baik berupa hinaan atau ancaman sebagai akibat dari gerak bibir dan lidah yang menimbulkan suara yang kemudian nanti diartikan sebagai hinaan atau ancaman. 

Dalam perbuatan lain, misalnya pengaiayaan, contoh seseorang memukul wajah orang lain sehingga akibatnya wajah orang tersebut menjadi memar, bahwa ada gerakan tangan yang memukul yang menyebabkan wajah orang lain, gerakan tangan inilah yang dimaksud dengan tindakan nyata (actus reus).

Dalam proses penyidikan / peyelidikan, bahwa sudah merupakan tugas seorang penyidik atau penyelidik untuk mencari tahu secara terang, bagaimana tindakan nyata (actus reus) seorang tersangka dalam melakukan perbuatannya, nah biasanya yang bisa menerangkan dengan jelas bagaimana cara ia melakukan perbuatan pidana tersebut adalah terangka / pelaku itu sendiri. Jika seseorang disangkakan melakukan sesuatu perbuatan pidana, namun bukan ia pelakunya, maka yang diduga tersebut akan sulit memperagakan cara ia melakukan tindak pidana, karena memang bukan ia pelakunya.

Di banyak perkara, memang para pelaku banyak yang tidak mengakui perbuatannya, sehingga tentu saja, tidak diketahui juga bagaimana pelaku melakukan tindakannya, sehingga sulit untuk mengungkapkan bagaimana cara pelaku melakukan tindak pidana tersebut, namun penyidik / penyelidik tentu saja memiliki pengalaman dalam menyidik perkara-perkara yang hampir mirip dengan perkara tersebut.

 


Apa sih niat jahat (mens rea) dalam Tindak Pidana.

5/5/17

Agaknya saya perlu sedikit menulis, sharing sedikit pengalaman, mohon yg sudah ahli memberikan masukan, mengenai niat jahat.

Niat Jahat saat ini sedang ramai dibicarakan, banyak kasus-kasus besar yang saat ini trending, namun katanya karena tidak ada niat jahat maka pelakunya dianggap tidak memenuhi unsur untuk dapat dipidana, tulisan ini bukan untuk membela seseorang, namun merupakan sebuah pemikiran mengenai kejahatan.

Di dalam KUHP ada 2 macam perbuatan yang dilarang yaitu :
1. Kejahatan
2. Pelanggaran.

Kali ini kita akan membahas mengenai kejahatan, kejahatan adalah sebuah pebuatan yang dimulai dengan niat,  baik itu sengaja atau tidak sengaja (opzet dan culva istilah Belanda nya), nah berdasarkan pemikiran logis para sarjana terdahulu bahwa setiap kejahatan itu haruslah dimulai dengan niat (gewind (bahasa belanda)).

Niat itu sangat erat kaitannya dengan motif, contohnya saya ingin mencuri, niat saya tentu saja beragam, bisa saja mencuri kemudian barang hasil curian untuk saya gunakan, saya jual atau saya rusak karena sebelumnya saya sakit hati. Nah niat ingin memiliki, menjual, merusak barang bukan milik saya inilah yang disebut sebagai niat jahat (mens rea).

Niat jahat ini lah dasar sebagai kekotoran batin / kejahatan / amoral dalam masyarakat, bahwa saya boleh memiliki sesuatu, namun cara untuk mendapatkannya tidaklah boleh merugikan orang lain. Sesuai tujuan hukum, bahwa hukum dibentuk untuk menyeimbangkan hak dan kewajiban sehingga hubungan antar manusia harmonis / tidak bertikai.

Dalam beberapa kasus, bahwa pencurian tidak memenuhi unsur karena tidak ada niat jahat adalah sbb :
Ada seseorang mengambil sebuah pena milik temannya yang sama persis dengan miliknya, namun sang pemilik pena mengatakan bahwa itu miliknya, namun setelah diperiksa ternyata merek dan warna penanya persis sama. (unsur niat belum terpenuhi, karena ia mengira pena itu miliknya)

Atau ada seseorang melaporkan sepeda motornya hilang, namun ternyata setelah diperiksa sepeda motor tersebut tidaklah hilang, namun hanya dipindahkan oleh temannya dengan tujuan hanya untuk mengerjai temannya tersebut, (unsur dengan tujuan / niat memilikinya tidak terpenuhi).

Contoh lain adalah ketika seseorang sedang dirampok, namun tanpa sengaja ia membela diri dengan memukul perampok hingga mati, orang tersebut tidak dapat dituduh melakukan pembunuhan, ia mungkin hanya membela diri, nah dalam pembelaan dirinya tersebut pelaku perampokan terbunuh, niat jahat (mens rea) yang disebutkan dalam pasal pembunuhan tentu tidaklah sama dengan kondisi yang diinginkan pasal tersebut.

Darimana seseorang dapat disimpulkan tidak mempunyai niat jahat ? ya dari BAP saksi-saksi dan petunjuk persesuaian kejadian, dari keterangan saksi dan petunjuk alat bukti lain, bisa disimpulkan apakah seseorang itu punya niat jahat atau tidak untuk melakukan tidak pidana.

Niat jahat adalah sikap batin pelaku yang dianggap kotor/ menyimpang dan melanggar norma sebelum melakukan kejahatan dan itu dilakukan harus dengan  " dengan sengaja dan dalam keadaan sadar.

Lain waktu kita bahas pengertian "dengan sengaja dan dalam keadaan sadar".

Jadi mulai sekarang man teman jangan kagetan mengatakan "niat jahat", seseorang pelaku kejahatan tidak bisa dipidana karena tidak ada niat jahat. Jangan kagetan......bacalah beberapa buku hukum biar mudeng...

oke 

#salam tetep pekok




Istilah perusahaan pendamping dalam lelang

APBN dan APBD adalah sumber keuangan dalam pengelolaan pembangunan, sebagaimana kita tahu bahwa APBN dan APBD digunakan untuk kebutuhan pembangunan dan biaya operasional menjalankan pemerintahan.

Anggaran yang digunakan untuk pembangunan diatur dalam Peraturan Presiden tentang Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Milik Pemerintah dan dibentuk lembaga selevel kementerian yang bernama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Milik Pemerintah (LKPP) yang berkedudukan di Jakarta yang menyusun regulasi mengenai pengadaan barang dan jasa.

Salah satu dari sekian metode pengadaan, salah satu yang sangat umum digunakan adalah metode lelang, lelang digunakan agar memacu kompetisi antar calon penyedia guna mendapatkan penyedia yang terbaik sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Dengan adanya lelang, tentu filosofinya nanti dapat diperoleh penyedia terbaik dengan harga dan biaya yang bersaing, juga nanti dapat menyerap lapangan kerja sebagai upaya mengurangi pengangguran dan arus kas uang rakyat yang diserap melalui pajak dikembalikan ke masyarakat dengan bentuk pekerjaan dan pembangunan.

Namun pada faktanya, beberapa calon penyedia bersekongkol membentuk grup-grup kecil dan mereka biasanya terikat pada suatu asosiasi sehingga bisa saling bertukar informasi dan komitmen gelap akan sebuah pengadaan.

sebagai contoh disini adalah ada 5 buah perusahaan, tergabung dalam asosiasi X, melakukan penawaran terhadap instansi A, maka sebelum lelang dan mereka telah mencapai kesepakatan bahwa perusahaan mana yang akan dijadikan pemenang lelang, dan yang lain tidak boleh protes, mereka menyusun dokumen penawaran secara bersama-sama dan mempersiapkan kegagalan di bagian tertentu agar yang direncanakan tadi menang.

Nah jika ada lelang pekerjaan di instansi lain, maka salah satu penyedia dari 5 tadi bergiliran menang, proses seperti ini sudah berlangsung lama, sehingga tujuan pengadaan tadi agar perusahaan terbaik yang menang tidak juga tidak tercapai, malahan perusahaan yang sudah dipastikan menang tadi terkesan seadanya dalam menawar, karena saingannya sudah tidak ada lagi.

Hal inilah yang kadang menimbulkan permasalahan hukum dikemudian hari, disebabkan oleh tidak bonafitnya sebuah perusahaan, sesuai dengan grade kemampuan modal, pengalaman maupun tenaga ahlinya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa perusahaan pendamping digunakan hanya untuk meramaikan proses pelelangan saja, karena pada Perpres ada ketentuan bahwa untuk dapat dimulainya lelang, minimal perusahaan yang menawar sebanyak 3 perusahaan.

Namun sesuai dengan perkembangan Perpres 54 Tahun 2010 sebagaimana diperbaharui dengan Perpres 70 tahun 2012 dan diperbaharui terbaru kembali Perpres 4 Tahun 2015, syarat tersebut dihilangkan karena proses pelelangan pada saat ini sudah full e-proc dan setiap data perusahaan sudah disimpan di data server LPSE.

# Salam Pekok

Korupsi dalam Proses Penyusunan Anggaran

Korupsi secara umum bisa dilakukan pada 4 fase pengelolaan anggaran mulai dari

1. perencanaan
2. penganggaran
3. pelaksanaan dan,
4. pertanggung jawaban.

Kali ini kita akan membahas pada poin (1), yaitu pada tahap perencanaan. Perencanaan adalah proses memperkirakan berapa anggaran yang dibutuhkan pada pekerjaan itu, bagaimana proses perencanaan agar pengajuan dapat diterima dan diloloskan.

Perencanaan anggaran adalah proses identifikasi kebutuhan anggaran sesuai dengan rencana strategis sebuah SKPD maupun berdasarkan kebutuhan instansi pemerintah.
Setiap tahun setiap SKPD menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) SKPD yang disusun berdasarkan perencanaan strategis pembangunan jangka pendek (RKPMP) maupun rencana kerja jangka menengah (RPJM) atau berdasarkan visi misi Kepala Daerah terpilh pada saat calon kepala daerah tersebut melakukan kampanye visi-misi.

Sesuai Permendagri 13 tahun 2006, bahwa pemengang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah berada di tangan Kepala Daerah selaku Kuasa Umum Anggaran, nah kemudian Kepala Daerah akan menunjuk para kepala Dinas dan Kepala Bidang SKPD terkait untuk menjadi Pengguna Anggaran maupun Kuasa Pengguna Anggaran.

Pada tahap perencanaan modus yang biasa digunakan untuk melakukan korupsi adalah :
  1. menggelembungkan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) sehingga nanti biaya pekerjaan melambung tinggi, dan sudah dibagi-bagi berapa fee atas pekerjaan tersebut berdasarkan hitungan harga mark up  dikurangi biaya rillnya. 
  2. menyisipkan program kegiatan siluman / paket pekerjaan yang tidak ada pada perencanaan sesuai pembahasan di Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan).
  3. menjolok anggaran (melobi pihak perencanaan dan keuangan) dengan tujuan program yang dimark up tadi atau program yg siluman tadi dapat diverifikasi sehingga lolos pada Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).
Penyusunan perencanaan anggaran untuk pekerjaan yang menggunakan anggaran yang besar, biasanya sudah dikerjakan oleh pihak ketiga pada tahun anggaran sebelumya, nah sebelum keluar Bill of Quantity (BQ) maupun OE (owner estimate), maka pihak perencanaan dan pihak konsultan perencana sudah kong kalingkong untuk melakukan markup anggaran.

Dalam rencana kerja dan anggaran, terkadang juga ada beberapa pihak yang menitipkan "paket pekerjaan" sesuai kepentingan mereka sendiri, ini pernah viral dalam APBD DKI yang mana muncul paket pembelian USB senilai 1,5 milyar, hal ini bisa terjadi karena paket pekerjaan bisa mencapai puluhan ribu pertahun, sehingga sangat sulit untuk menghapal setiap paket.

Colok anggaran, ini biasa berlaku untuk dana dana pusat seperti DAK (Dana alokasi Khusus) maupun DAU (dana alokasi umum) yang merupakan dana perimbangan dari pusat ke daerah dalam bentuk paket pembangunan, nah untuk ini biasanya pihak daerah harus bersedia menerima "kesepakatan" yang sifatnya dari atas ke bawah, jika daerah tidak bersedia menuruti maka daerah tidak akan dapat anggaran.
Biasanya pusat malah menunjuk calon penyedia langsung sesuai petunjuk pusat.

(edisi berikutnya akan membahas pada tahap penganggaran)

#salam pekok

Semua orang punya Panggungnya sendiri

Profesi, ya kata profesi, semakin ahli mereka di bidangnya, mereka disebut professional. Setiap bidang kehidupan memerlukan profesional seperti : dokter, guru, ahli bangunan, aparat, wartawan, penulis, aktor, agamawan, desaigner dll.

Profesi tersebut memberikan kebanggaan, kehormatan, dan sekaligus nafkah dan fungsi bagi sebuah sistem dalam kemasyarakatan. 

Yang menjadi fakta kemudian adalah, di dalam  profesionalitas tadi muncul pembagian wilayah "kekuasaan" berdasarkan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing profesional diatas. Sebagai contoh adalah : dokter memiliki "kekuasaan" di bidang pengobatan, dan keahlian yang diakui oleh masyarakat untuk mengobati sebuah penyakit.

Atau juga contoh lain seperti  guru, tentu saja mereka memiliki wilayah kekuasaan mereka di bidang pendidikan, tentu saja bila bicara tentang pendidikan mereka adalah masternya, dan apabila ada permasalahan pendidikan, mereka lah tentunya yg akan layak untuk menerapkan sebuah regulasi / ketentuan sesuai dengan keahlian mereka yang mumpuni di bidang itu.

Bisa dibilang bahwa profesi merupakan sebuah "panggung" ajang pembuktian kemampuan / keahlian di bidang tertentu yang dilakoni oleh manusia semasa hidupnya. Maka setiap orang berlomba-lomba untuk tampil terbaik diatas panggung mereka sendiri sesuai dengan minat dan pilihan hidupnya masing-masing.

Sebenarnya tidaklah menjadi masalah jika setiap manusia ingin maju, mengembangkan potensi yang ia miliki guna kemajuan sebuah peradaban melaui panggung-panggung yang mereka minati / sukai dalam hidupnya, namun yang menjadi masalah terkadang ialah, menggunakan panggung yang tidak pada tempatnya.

Beberapa contoh panggung yang tidak sesuai dengan penggunaannya adalah :
a. menggunakan panggung pendidikan untuk menggerakkan massaa.
b. menggunakan panggung agama untuk kegiatan bisnis.
c. menggunakan panggung jabatan untuk berbisnis yang seharusnya untuk melayani.

Sebagai seorang yang jeli, kita tidaklah boleh tertipu oleh penampilan panggung seseorang, karena jika ada niat yang tidak baik bisa saja  panggung digunakan tidak sesuai peruntukan. Beberapa contoh yg kita lihat beberapa saat ini adalah panggung agama digunakan untuk mengeruk kekayaan dengan harga yang katanya "pelayanan" namun tarifnya puluhan juta.

Contoh-contoh lain adalah kegiatan kemanusiaan yang sebenarnya untuk membantu sesama, dijadikan arena propaganda untuk menggiring opini publik untuk membenci sebuah kelompok, ada juga kegiatan amal yg kemudian uang hasil sumbangan untuk membeli benda-benda mahal.

Manusia adalah mahluk dengan sejuta kepentingan, kepentingan politik, pencitraan, kepentingan ekonomi, hegemoni ataupun kamuflase.

Sebagai manusia, kita harus cerdik untuk tidak mudah tertipu daya.

#salam pekok





KE-aku-AN vs ke-AKU-an / Iblis vs sang maha Kreator

5/4/17

Sebuah kisah tentang "pingin pengakuan".

Pernahkah terpikir oleh kita tentang sebuah asumsi bahwa klan tertentu lebih superior dari klan lainnya, suku tertentu lebih emejing dibandingkan suku lain, identitas kelompok tertentu lebih up daripada kelompok lain.
Faktanya itu cuma bullshit, ya bullshit, sebuah kisah dongeng yg hanya dibangun untuk membuat ego kita meninggi, namun faktanya nol.

Akhirnya kita akan seperti Hitler yg mendoktrin rakyatnya sebagai suku arya yg terpilih, atau Benito M yg akhirnya menjadi fasis dan ingin menjajah bangsa lain.

Coba kita lihat berbagai suku, kelompok, klan ataupun ateis sekalipun yg ada dibelahan bumi ini, semuanya diberkati, diurapi, diberi kecerdasan, talenta, beranak pinak, berketurunan, cantik dan tampan, sehat.
Banyak temuan, tehnologi, musik, kearifan, kebijaksanaan muncul dari berbagai belahan bumi yg berbeda, diadopsi, dinikmati pihak lain tanpa batasan klan, suku dan pembatas lainnya semata-mata demi kemanusiaan.

Bukankah kehormatan, kecerdasan, kekuatan yg kita anggap sebagai berkat diturunkanNya juga kepada pihak yg berbeda dengan kita? Itu fakta. Malahan banyak negara2 yg lebih maju dan lebih hebat dari kita walaupun tidak sama ideologinya dengan kita.

Maka jadilah rendah hati, semua keanekaragaman juga karena karya dan restuNya, jika tidak semua ini tidak akan terjadi.
Berhentilah berlagak paling diberkati, paling diurapi apalagi berlagak paling suci karena itu sifat si Iblis. Iblis pun ditendang dari surga karena merasa paling suci. tidak bersedia menyembah manusia krn diciptakan dari tanah.

Dunia ini universitas kehidupan, gak usah dengar cocot bapak yg ngakunya ahli itu, lihat saja dunia...bersama fakta-fakta yg ada. bahwa apa yg selama ini di "cocot' kan bapak itu gak benar, perlu kerendahan hati dalam beriman untuk menyadari fakta, bukan bualan kosong dongeng untuk membuat nyenyak tidur.

Lihat jepang dengan raja tehnologinya, lihat china dengan bisnisnya, lihat as dengan kekuatannya, lihat rusia yg sebanding dgn as, dll

Coba renungkan, apakah mereka bisa cerdas tanpa restu tuhan? Apakah mereka bisa kuat tanpa bimbingan tuhan, apakah mereka bisa terhormat tanpa bantuan tuhan? Bukankah kesehatan dan gen yg baik bukan berasal dari sang pencipta?

Kita hanya mengikuti ego, keinginan untuk dipuji, keinginan untuk dianggap saleh, keinginan untuk merasa lebih suci dan terpilih, iblis bermain di dalam hati kita.
Tak lebih dari tehnik marketing yg mencari pangsa pasar "jiwa-jiwa yg haus akan pengakuan dan pujian", maka diberikan kalimat yg pas, maka kita pun melayang....gak tentu arah, semakin dipuji makin melayang dan kecanduan pujian, kalau disinggung dikit marahnya gak ketulungan.

Faktanya kosong, kropos, rapuh....

#renungan malam

PERBEDAAN ADALAH SEBUAH KENISCAYAAN

Kita adalah jiwa-jiwa yg terjebak dalam tubuh yg berbeda.
Terlahir sebagai tubuh pria maupun wanita.
Terlahir dalam suku ini dan suku itu.

Terlahir dalam keluarga beragama A atau B
Terlahir dalam keluarga kaya atau miskin.

Terlahir dalam keluarga pejabat atau rakyat jelata
Terlahir dalam warna kulit hitam, cokelat, sawo matang atau agak kemerahan.
Terlahir dalam tubuh berambut pirang, hitam, lurus atau keriting.

Tanpa bisa memilih......begitu lahir ditanamkan norma, norma yg ada pada lingkunganku, dan otak kecilku menerima sumber informasi yg khusus, khusus untuk lingkungan keluargaku.

Apakah aku bisa memilih agar bisa dilahirkan dalam keadaan tertentu ?

Lantas mengapakah kita masih menistakan perbedaan?

Perbedaan terlahir sebagai bawaan lahir...tak bisa diubah dan itu adalah rencanaNya dari awal penciptaan.
Meskipun dengan sangat mudah Ia bisa membuat semuanya seragam?
Perbedaan membuat hidup dan kehidupan makin berwarna.

Mikir#
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

kategori

Total Pageviews

Hitstat Counter

Pages