Narutoholic

Narutoholic

POLA DEVIDE ET IMPERA (PECAH BELAH)

5/28/17

Unity (Kesatuan) adalah harapan setiap orang, dengan bersatu maka kita akan lebih kuat. Hal kecil yang pernah kita terima saat saya bersekolah di Sekolah Dasar adalah istilah "Bersatu Kita Kuat Bercerai Kita Runtuh), waktu itu guru mengumpamakan sebuah sapu lidi, akan mudah dipatahkan ketika sebatang, namun akan sulit untuk dipatahkan jika seikat.

Mungkin kita perlu diingatkan bahwa dulu para pemuda bangsa kita, telah menyadari bahwa hanya dengan bersatu maka kekuatan kita akan besar, hanya dengan bersatu tujuan bangsa kita bisa dicapai, maka mereka mengikrarkan Sumpah Pemuda.

Namun saat ini upaya pecah belah sedang giat dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan bangsa ini, melalui politik devide et impera (pemecah belah), tanpa kita sadari mereka saat ini ingin membangun kebencian antar sesama anak bangsa.

Sejauh ini sesuai pengamatan kami pola yang mereka gunakan untuk memecah belah adalah :
1. Mencari Perbedaan.
2. Pisahkan.
3. Doktirn / Bangun rasa ekslusif / paling suci / paling baik
4. Cari perselisihan.
5. Benturkan.

Cara-cara seperti ini sedang giat dibangun oleh sekelompok orang di negara kita, mereka mencari-cari perbedaan yang ada dimasyarakat. Yang menjadi tantangan kemudian adalah kita sebagai bangsa Indonesia memiliki banyak sekali suku, ras dan agama, yang tentu saja berbeda.
Oleh sebab itu kita harus menerima perbendaan sebagai sesuatu fakta, bahwa kita semua berbeda, namun kita harus bisa saling menghargai perbedaan.

Kemudian bahwa saat ini sebagian orang ingin memisahkan antara suatu kelompok dengan kelompok yang lain, mencoba menciptakan "identitas" yang berbeda dengan yang lain, banyak orang saat ini lebih suka memisahkan diri dari grup-grup besar dan membuat grup sendiri dan menghindari komunikasi dengan alasan takut terpengaruh, takut terbawa-bawa dll.

Doktirn paling suci, terpilih, dan anak tuhan tanpa disadari menimbulkan ego ekslusifitas, bahwa kelompok mereka lah yang merupakan tangan kanan Tuhan, sang pewahyu dan lain-lain, rasa ekslusif menimbulkan rasa paling suci, dan gampang tersinggung, oleh karena itu buanglah rasa ekslusif dari diri kita agar kita lebih rendah hati dan tidak gampang tersinggung.

Jika kemudian kita bisa menerapkan itu semua, niscaya adapun masalah yang terjadi didalam masyarakat, mudah-mudahan kita akan bisa melihat sebuah perkara dengan pikiran yang jernih dan terhindar dari provokasi.

bukan begitu ?

Silahkan komen ya?

Apel yang memiliki makna misterius

Buah Apel, buah yang menurut saya agak spesial, dalam kitab Perjanjian Lama, memiliki peran yang sangat krusial, bahwa buah tersebut disebut-sebut sebagai buah yang membuat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa.

Dalam kitab Genesis (perjanjian lama) disebutkan bahwa ada sebuah Pohon ditengah-tengah taman yang buahnya tidak boleh dimakan oleh Adam dan Hawa, pohon itu disebutkan sebagai Pohon Pengetahuan Baik dan Pohon Pengetahuan Buruk, dan buahnya dilambangkan sebagai buah Apel.

Memang ada banyak perumpamaan dalam kitab, yang kadang tidak bisa kita artikan dengan tepat sesuai dengan tujuan sang penulis, apakah Pohon Pengetahuan juga sebuah perumpamaan?, ataukah juga buah Apel sebagai sebuah perumpamaan?, mungkin tidak bisa dijelaskan secara pasti.

Ataukah juga pengetahuan sebagai penyebab manusia jatuh ke dalam dosa, apakah pengetahuan baik dan pengetahuan buruk cenderung membuat manusia jadi jatuh ke dalam kesombongan dan keangkuhan yang menyebabkan mereka jatuh ke dalam dosa ? 

Dan jelas juga disebutkan bahwa yang pertama kali memakan buah tersebut adalah Eve (Hawa), apakah manusia pertama yang mengecap pengetahuan adalah wanita ? 

Steve Job, sang pencipta teknologi membuat lambang sebuah apel yang telah tergigit menjadi lambang bagi produk-produk teknologi miliknya, mungkinkah juga jika Steve telah mengetahui hal tersebut, dan menjadikan lambang apel yang telah tergigit tersebut sebagai lambang produk digitalnya.

Sampai saat ini belum ada jawaban pastinya, mungkin ada punya komentar soal ini ? 

Silahkan komentar dibawah ini......


Actus Reus ( Tindakan Nyata)

Poin penting setelah adanya niat jahat (mens rea) diperlukan tahap kelanjutan terjadinya tindak pidana yaitu Actus Reus (tindakan nyata).

Tindakan nyata adalah sebuah perbuatan yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari niat jahat, tindakan nyata bisa dikategorikan sebagai tindakakan apabila tindakan tersebut sudah menyebabkan adanya anggota tubuh yang bergerak, misalnya saat seseorang berbicara, maka anggota tubuhnya yaitu bibir dan lidah bergerak.

Dalam kasus penghinaan atau ancaman misalnya bahwa sudah ada ucapan yang keluar dari mulut baik berupa hinaan atau ancaman sebagai akibat dari gerak bibir dan lidah yang menimbulkan suara yang kemudian nanti diartikan sebagai hinaan atau ancaman. 

Dalam perbuatan lain, misalnya pengaiayaan, contoh seseorang memukul wajah orang lain sehingga akibatnya wajah orang tersebut menjadi memar, bahwa ada gerakan tangan yang memukul yang menyebabkan wajah orang lain, gerakan tangan inilah yang dimaksud dengan tindakan nyata (actus reus).

Dalam proses penyidikan / peyelidikan, bahwa sudah merupakan tugas seorang penyidik atau penyelidik untuk mencari tahu secara terang, bagaimana tindakan nyata (actus reus) seorang tersangka dalam melakukan perbuatannya, nah biasanya yang bisa menerangkan dengan jelas bagaimana cara ia melakukan perbuatan pidana tersebut adalah terangka / pelaku itu sendiri. Jika seseorang disangkakan melakukan sesuatu perbuatan pidana, namun bukan ia pelakunya, maka yang diduga tersebut akan sulit memperagakan cara ia melakukan tindak pidana, karena memang bukan ia pelakunya.

Di banyak perkara, memang para pelaku banyak yang tidak mengakui perbuatannya, sehingga tentu saja, tidak diketahui juga bagaimana pelaku melakukan tindakannya, sehingga sulit untuk mengungkapkan bagaimana cara pelaku melakukan tindak pidana tersebut, namun penyidik / penyelidik tentu saja memiliki pengalaman dalam menyidik perkara-perkara yang hampir mirip dengan perkara tersebut.

 


Apa sih niat jahat (mens rea) dalam Tindak Pidana.

5/5/17

Agaknya saya perlu sedikit menulis, sharing sedikit pengalaman, mohon yg sudah ahli memberikan masukan, mengenai niat jahat.

Niat Jahat saat ini sedang ramai dibicarakan, banyak kasus-kasus besar yang saat ini trending, namun katanya karena tidak ada niat jahat maka pelakunya dianggap tidak memenuhi unsur untuk dapat dipidana, tulisan ini bukan untuk membela seseorang, namun merupakan sebuah pemikiran mengenai kejahatan.

Di dalam KUHP ada 2 macam perbuatan yang dilarang yaitu :
1. Kejahatan
2. Pelanggaran.

Kali ini kita akan membahas mengenai kejahatan, kejahatan adalah sebuah pebuatan yang dimulai dengan niat,  baik itu sengaja atau tidak sengaja (opzet dan culva istilah Belanda nya), nah berdasarkan pemikiran logis para sarjana terdahulu bahwa setiap kejahatan itu haruslah dimulai dengan niat (gewind (bahasa belanda)).

Niat itu sangat erat kaitannya dengan motif, contohnya saya ingin mencuri, niat saya tentu saja beragam, bisa saja mencuri kemudian barang hasil curian untuk saya gunakan, saya jual atau saya rusak karena sebelumnya saya sakit hati. Nah niat ingin memiliki, menjual, merusak barang bukan milik saya inilah yang disebut sebagai niat jahat (mens rea).

Niat jahat ini lah dasar sebagai kekotoran batin / kejahatan / amoral dalam masyarakat, bahwa saya boleh memiliki sesuatu, namun cara untuk mendapatkannya tidaklah boleh merugikan orang lain. Sesuai tujuan hukum, bahwa hukum dibentuk untuk menyeimbangkan hak dan kewajiban sehingga hubungan antar manusia harmonis / tidak bertikai.

Dalam beberapa kasus, bahwa pencurian tidak memenuhi unsur karena tidak ada niat jahat adalah sbb :
Ada seseorang mengambil sebuah pena milik temannya yang sama persis dengan miliknya, namun sang pemilik pena mengatakan bahwa itu miliknya, namun setelah diperiksa ternyata merek dan warna penanya persis sama. (unsur niat belum terpenuhi, karena ia mengira pena itu miliknya)

Atau ada seseorang melaporkan sepeda motornya hilang, namun ternyata setelah diperiksa sepeda motor tersebut tidaklah hilang, namun hanya dipindahkan oleh temannya dengan tujuan hanya untuk mengerjai temannya tersebut, (unsur dengan tujuan / niat memilikinya tidak terpenuhi).

Contoh lain adalah ketika seseorang sedang dirampok, namun tanpa sengaja ia membela diri dengan memukul perampok hingga mati, orang tersebut tidak dapat dituduh melakukan pembunuhan, ia mungkin hanya membela diri, nah dalam pembelaan dirinya tersebut pelaku perampokan terbunuh, niat jahat (mens rea) yang disebutkan dalam pasal pembunuhan tentu tidaklah sama dengan kondisi yang diinginkan pasal tersebut.

Darimana seseorang dapat disimpulkan tidak mempunyai niat jahat ? ya dari BAP saksi-saksi dan petunjuk persesuaian kejadian, dari keterangan saksi dan petunjuk alat bukti lain, bisa disimpulkan apakah seseorang itu punya niat jahat atau tidak untuk melakukan tidak pidana.

Niat jahat adalah sikap batin pelaku yang dianggap kotor/ menyimpang dan melanggar norma sebelum melakukan kejahatan dan itu dilakukan harus dengan  " dengan sengaja dan dalam keadaan sadar.

Lain waktu kita bahas pengertian "dengan sengaja dan dalam keadaan sadar".

Jadi mulai sekarang man teman jangan kagetan mengatakan "niat jahat", seseorang pelaku kejahatan tidak bisa dipidana karena tidak ada niat jahat. Jangan kagetan......bacalah beberapa buku hukum biar mudeng...

oke 

#salam tetep pekok




Istilah perusahaan pendamping dalam lelang

APBN dan APBD adalah sumber keuangan dalam pengelolaan pembangunan, sebagaimana kita tahu bahwa APBN dan APBD digunakan untuk kebutuhan pembangunan dan biaya operasional menjalankan pemerintahan.

Anggaran yang digunakan untuk pembangunan diatur dalam Peraturan Presiden tentang Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Milik Pemerintah dan dibentuk lembaga selevel kementerian yang bernama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Milik Pemerintah (LKPP) yang berkedudukan di Jakarta yang menyusun regulasi mengenai pengadaan barang dan jasa.

Salah satu dari sekian metode pengadaan, salah satu yang sangat umum digunakan adalah metode lelang, lelang digunakan agar memacu kompetisi antar calon penyedia guna mendapatkan penyedia yang terbaik sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Dengan adanya lelang, tentu filosofinya nanti dapat diperoleh penyedia terbaik dengan harga dan biaya yang bersaing, juga nanti dapat menyerap lapangan kerja sebagai upaya mengurangi pengangguran dan arus kas uang rakyat yang diserap melalui pajak dikembalikan ke masyarakat dengan bentuk pekerjaan dan pembangunan.

Namun pada faktanya, beberapa calon penyedia bersekongkol membentuk grup-grup kecil dan mereka biasanya terikat pada suatu asosiasi sehingga bisa saling bertukar informasi dan komitmen gelap akan sebuah pengadaan.

sebagai contoh disini adalah ada 5 buah perusahaan, tergabung dalam asosiasi X, melakukan penawaran terhadap instansi A, maka sebelum lelang dan mereka telah mencapai kesepakatan bahwa perusahaan mana yang akan dijadikan pemenang lelang, dan yang lain tidak boleh protes, mereka menyusun dokumen penawaran secara bersama-sama dan mempersiapkan kegagalan di bagian tertentu agar yang direncanakan tadi menang.

Nah jika ada lelang pekerjaan di instansi lain, maka salah satu penyedia dari 5 tadi bergiliran menang, proses seperti ini sudah berlangsung lama, sehingga tujuan pengadaan tadi agar perusahaan terbaik yang menang tidak juga tidak tercapai, malahan perusahaan yang sudah dipastikan menang tadi terkesan seadanya dalam menawar, karena saingannya sudah tidak ada lagi.

Hal inilah yang kadang menimbulkan permasalahan hukum dikemudian hari, disebabkan oleh tidak bonafitnya sebuah perusahaan, sesuai dengan grade kemampuan modal, pengalaman maupun tenaga ahlinya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa perusahaan pendamping digunakan hanya untuk meramaikan proses pelelangan saja, karena pada Perpres ada ketentuan bahwa untuk dapat dimulainya lelang, minimal perusahaan yang menawar sebanyak 3 perusahaan.

Namun sesuai dengan perkembangan Perpres 54 Tahun 2010 sebagaimana diperbaharui dengan Perpres 70 tahun 2012 dan diperbaharui terbaru kembali Perpres 4 Tahun 2015, syarat tersebut dihilangkan karena proses pelelangan pada saat ini sudah full e-proc dan setiap data perusahaan sudah disimpan di data server LPSE.

# Salam Pekok

Korupsi dalam Proses Penyusunan Anggaran

Korupsi secara umum bisa dilakukan pada 4 fase pengelolaan anggaran mulai dari

1. perencanaan
2. penganggaran
3. pelaksanaan dan,
4. pertanggung jawaban.

Kali ini kita akan membahas pada poin (1), yaitu pada tahap perencanaan. Perencanaan adalah proses memperkirakan berapa anggaran yang dibutuhkan pada pekerjaan itu, bagaimana proses perencanaan agar pengajuan dapat diterima dan diloloskan.

Perencanaan anggaran adalah proses identifikasi kebutuhan anggaran sesuai dengan rencana strategis sebuah SKPD maupun berdasarkan kebutuhan instansi pemerintah.
Setiap tahun setiap SKPD menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) SKPD yang disusun berdasarkan perencanaan strategis pembangunan jangka pendek (RKPMP) maupun rencana kerja jangka menengah (RPJM) atau berdasarkan visi misi Kepala Daerah terpilh pada saat calon kepala daerah tersebut melakukan kampanye visi-misi.

Sesuai Permendagri 13 tahun 2006, bahwa pemengang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah berada di tangan Kepala Daerah selaku Kuasa Umum Anggaran, nah kemudian Kepala Daerah akan menunjuk para kepala Dinas dan Kepala Bidang SKPD terkait untuk menjadi Pengguna Anggaran maupun Kuasa Pengguna Anggaran.

Pada tahap perencanaan modus yang biasa digunakan untuk melakukan korupsi adalah :
  1. menggelembungkan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) sehingga nanti biaya pekerjaan melambung tinggi, dan sudah dibagi-bagi berapa fee atas pekerjaan tersebut berdasarkan hitungan harga mark up  dikurangi biaya rillnya. 
  2. menyisipkan program kegiatan siluman / paket pekerjaan yang tidak ada pada perencanaan sesuai pembahasan di Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan).
  3. menjolok anggaran (melobi pihak perencanaan dan keuangan) dengan tujuan program yang dimark up tadi atau program yg siluman tadi dapat diverifikasi sehingga lolos pada Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).
Penyusunan perencanaan anggaran untuk pekerjaan yang menggunakan anggaran yang besar, biasanya sudah dikerjakan oleh pihak ketiga pada tahun anggaran sebelumya, nah sebelum keluar Bill of Quantity (BQ) maupun OE (owner estimate), maka pihak perencanaan dan pihak konsultan perencana sudah kong kalingkong untuk melakukan markup anggaran.

Dalam rencana kerja dan anggaran, terkadang juga ada beberapa pihak yang menitipkan "paket pekerjaan" sesuai kepentingan mereka sendiri, ini pernah viral dalam APBD DKI yang mana muncul paket pembelian USB senilai 1,5 milyar, hal ini bisa terjadi karena paket pekerjaan bisa mencapai puluhan ribu pertahun, sehingga sangat sulit untuk menghapal setiap paket.

Colok anggaran, ini biasa berlaku untuk dana dana pusat seperti DAK (Dana alokasi Khusus) maupun DAU (dana alokasi umum) yang merupakan dana perimbangan dari pusat ke daerah dalam bentuk paket pembangunan, nah untuk ini biasanya pihak daerah harus bersedia menerima "kesepakatan" yang sifatnya dari atas ke bawah, jika daerah tidak bersedia menuruti maka daerah tidak akan dapat anggaran.
Biasanya pusat malah menunjuk calon penyedia langsung sesuai petunjuk pusat.

(edisi berikutnya akan membahas pada tahap penganggaran)

#salam pekok

Semua orang punya Panggungnya sendiri

Profesi, ya kata profesi, semakin ahli mereka di bidangnya, mereka disebut professional. Setiap bidang kehidupan memerlukan profesional seperti : dokter, guru, ahli bangunan, aparat, wartawan, penulis, aktor, agamawan, desaigner dll.

Profesi tersebut memberikan kebanggaan, kehormatan, dan sekaligus nafkah dan fungsi bagi sebuah sistem dalam kemasyarakatan. 

Yang menjadi fakta kemudian adalah, di dalam  profesionalitas tadi muncul pembagian wilayah "kekuasaan" berdasarkan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing profesional diatas. Sebagai contoh adalah : dokter memiliki "kekuasaan" di bidang pengobatan, dan keahlian yang diakui oleh masyarakat untuk mengobati sebuah penyakit.

Atau juga contoh lain seperti  guru, tentu saja mereka memiliki wilayah kekuasaan mereka di bidang pendidikan, tentu saja bila bicara tentang pendidikan mereka adalah masternya, dan apabila ada permasalahan pendidikan, mereka lah tentunya yg akan layak untuk menerapkan sebuah regulasi / ketentuan sesuai dengan keahlian mereka yang mumpuni di bidang itu.

Bisa dibilang bahwa profesi merupakan sebuah "panggung" ajang pembuktian kemampuan / keahlian di bidang tertentu yang dilakoni oleh manusia semasa hidupnya. Maka setiap orang berlomba-lomba untuk tampil terbaik diatas panggung mereka sendiri sesuai dengan minat dan pilihan hidupnya masing-masing.

Sebenarnya tidaklah menjadi masalah jika setiap manusia ingin maju, mengembangkan potensi yang ia miliki guna kemajuan sebuah peradaban melaui panggung-panggung yang mereka minati / sukai dalam hidupnya, namun yang menjadi masalah terkadang ialah, menggunakan panggung yang tidak pada tempatnya.

Beberapa contoh panggung yang tidak sesuai dengan penggunaannya adalah :
a. menggunakan panggung pendidikan untuk menggerakkan massaa.
b. menggunakan panggung agama untuk kegiatan bisnis.
c. menggunakan panggung jabatan untuk berbisnis yang seharusnya untuk melayani.

Sebagai seorang yang jeli, kita tidaklah boleh tertipu oleh penampilan panggung seseorang, karena jika ada niat yang tidak baik bisa saja  panggung digunakan tidak sesuai peruntukan. Beberapa contoh yg kita lihat beberapa saat ini adalah panggung agama digunakan untuk mengeruk kekayaan dengan harga yang katanya "pelayanan" namun tarifnya puluhan juta.

Contoh-contoh lain adalah kegiatan kemanusiaan yang sebenarnya untuk membantu sesama, dijadikan arena propaganda untuk menggiring opini publik untuk membenci sebuah kelompok, ada juga kegiatan amal yg kemudian uang hasil sumbangan untuk membeli benda-benda mahal.

Manusia adalah mahluk dengan sejuta kepentingan, kepentingan politik, pencitraan, kepentingan ekonomi, hegemoni ataupun kamuflase.

Sebagai manusia, kita harus cerdik untuk tidak mudah tertipu daya.

#salam pekok





KE-aku-AN vs ke-AKU-an / Iblis vs sang maha Kreator

5/4/17

Sebuah kisah tentang "pingin pengakuan".

Pernahkah terpikir oleh kita tentang sebuah asumsi bahwa klan tertentu lebih superior dari klan lainnya, suku tertentu lebih emejing dibandingkan suku lain, identitas kelompok tertentu lebih up daripada kelompok lain.
Faktanya itu cuma bullshit, ya bullshit, sebuah kisah dongeng yg hanya dibangun untuk membuat ego kita meninggi, namun faktanya nol.

Akhirnya kita akan seperti Hitler yg mendoktrin rakyatnya sebagai suku arya yg terpilih, atau Benito M yg akhirnya menjadi fasis dan ingin menjajah bangsa lain.

Coba kita lihat berbagai suku, kelompok, klan ataupun ateis sekalipun yg ada dibelahan bumi ini, semuanya diberkati, diurapi, diberi kecerdasan, talenta, beranak pinak, berketurunan, cantik dan tampan, sehat.
Banyak temuan, tehnologi, musik, kearifan, kebijaksanaan muncul dari berbagai belahan bumi yg berbeda, diadopsi, dinikmati pihak lain tanpa batasan klan, suku dan pembatas lainnya semata-mata demi kemanusiaan.

Bukankah kehormatan, kecerdasan, kekuatan yg kita anggap sebagai berkat diturunkanNya juga kepada pihak yg berbeda dengan kita? Itu fakta. Malahan banyak negara2 yg lebih maju dan lebih hebat dari kita walaupun tidak sama ideologinya dengan kita.

Maka jadilah rendah hati, semua keanekaragaman juga karena karya dan restuNya, jika tidak semua ini tidak akan terjadi.
Berhentilah berlagak paling diberkati, paling diurapi apalagi berlagak paling suci karena itu sifat si Iblis. Iblis pun ditendang dari surga karena merasa paling suci. tidak bersedia menyembah manusia krn diciptakan dari tanah.

Dunia ini universitas kehidupan, gak usah dengar cocot bapak yg ngakunya ahli itu, lihat saja dunia...bersama fakta-fakta yg ada. bahwa apa yg selama ini di "cocot' kan bapak itu gak benar, perlu kerendahan hati dalam beriman untuk menyadari fakta, bukan bualan kosong dongeng untuk membuat nyenyak tidur.

Lihat jepang dengan raja tehnologinya, lihat china dengan bisnisnya, lihat as dengan kekuatannya, lihat rusia yg sebanding dgn as, dll

Coba renungkan, apakah mereka bisa cerdas tanpa restu tuhan? Apakah mereka bisa kuat tanpa bimbingan tuhan, apakah mereka bisa terhormat tanpa bantuan tuhan? Bukankah kesehatan dan gen yg baik bukan berasal dari sang pencipta?

Kita hanya mengikuti ego, keinginan untuk dipuji, keinginan untuk dianggap saleh, keinginan untuk merasa lebih suci dan terpilih, iblis bermain di dalam hati kita.
Tak lebih dari tehnik marketing yg mencari pangsa pasar "jiwa-jiwa yg haus akan pengakuan dan pujian", maka diberikan kalimat yg pas, maka kita pun melayang....gak tentu arah, semakin dipuji makin melayang dan kecanduan pujian, kalau disinggung dikit marahnya gak ketulungan.

Faktanya kosong, kropos, rapuh....

#renungan malam

PERBEDAAN ADALAH SEBUAH KENISCAYAAN

Kita adalah jiwa-jiwa yg terjebak dalam tubuh yg berbeda.
Terlahir sebagai tubuh pria maupun wanita.
Terlahir dalam suku ini dan suku itu.

Terlahir dalam keluarga beragama A atau B
Terlahir dalam keluarga kaya atau miskin.

Terlahir dalam keluarga pejabat atau rakyat jelata
Terlahir dalam warna kulit hitam, cokelat, sawo matang atau agak kemerahan.
Terlahir dalam tubuh berambut pirang, hitam, lurus atau keriting.

Tanpa bisa memilih......begitu lahir ditanamkan norma, norma yg ada pada lingkunganku, dan otak kecilku menerima sumber informasi yg khusus, khusus untuk lingkungan keluargaku.

Apakah aku bisa memilih agar bisa dilahirkan dalam keadaan tertentu ?

Lantas mengapakah kita masih menistakan perbedaan?

Perbedaan terlahir sebagai bawaan lahir...tak bisa diubah dan itu adalah rencanaNya dari awal penciptaan.
Meskipun dengan sangat mudah Ia bisa membuat semuanya seragam?
Perbedaan membuat hidup dan kehidupan makin berwarna.

Mikir#
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

kategori

Total Pageviews

Hitstat Counter

Pages